(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hati-Hati, Mata Kuning Bisa Menandakan Gejala Liver

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Hati-Hati, Mata Kuning Bisa Menandakan Gejala Liver

MATA tidak hanya jendela untuk “hati” Anda, tetapi juga kesehatan hati Anda yang sebenarnya. Ya, bila mata Anda tiba-tiba berwarna kekuningan, itu bisa menjadi tanda adanya gangguan pada liver Anda.

Orang sehat yang mendapati perdarahan mikro 50 persen lebih mungkin untuk mengembangkan tanda awal detak jantung yang tidak teratur, sebagai risiko gejala penyakit jantung atau stroke daripada mereka yang tidak memiliki masalah mata, kata penelitian.

Karena pembuluh darah di mata Anda dipengaruhi hipertensi atau peradangan, mereka dapat membantu para ahli mengidentifikasi bahaya kesehatan yang tersembunyi, rekan penulis studi Sunil Agarwal, MD, Ph.D, menjelaskan. Tanda-tanda peringatan dini tersebut juga bisa dideteksi ahli mata.

Kebanyakan orang mengabaikan pemeriksaan mata jika mereka merasa penglihatan mereka baik-baik saja. Tapi.. ? Melansir okezone, ada tiga alasan yang baik untuk mulai menjadwalkan kunjungan dengan dokter mata untuk pemeriksaan kesehatan selain mata.

Pelebaran pembuluh mata sinyal masalah otak

Penelitian dalam Psychological Science, menemukan hubungan masalah otak dengan pelebaran pembuluh darah di mata. Pembuluh darah otak serupa dalam ukuran, fungsi, dan struktur dengan yang ada di mata Anda. Jadi, masalah di vena mata bisa menjadi peringatan awal dari gangguan kognitif seperti demensia atau kepikunan, penelitian menunjukkan.

Mata menguning gejala dari penyakit hati

Penyakit hati seperti hepatitis dan sirosis, menurut National Institutes of Health, umumnya dapat dideteksi dengan melihat perubahan pada warna mata. Perubahan tersebut terjadi sebagai hasil dari ketidakmampuan hati untuk menyaring racun dalam darah.

Ukuran pupil yang berbeda tanda tumor atau stroke

Pupil yang berbeda ukuran bisa menjadi kemungkinan adanya tanda tumor otak atau stroke, sebuah penelitian yang dipublikasikan di Neurology menemukan. Kedua penyakit tersebut dapat membatasi oksigen atau aliran darah ke salah satu pupil dan menyebabkan ukurannya di kedua mata berbeda, para peneliti mengatakan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});