Hati-hati Penggemar Jamu, Beredar Merk Nyonya Meneer Palsu

Zulkarnain Harahap
Zulkarnain Harahap

Hati-hati Penggemar Jamu, Beredar Merk Nyonya Meneer Palsu Kios Jamu/Foto: Zool WNN

WinNetNews.com - Para pelaku kejahatan selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Meski telah dinyatakan pailit, tutup pabrik, tetap saja produk jamu Nyonya Meneer masih beredar di pasaran. Tentu saja itu merupakan jamu palsu yang diedarkan dan ditawarkan ke depot-depot jamu yang ada.

"Awalnya setiap distributor datang membawa barang, saya tanya kok tidak ada jamu Nyonya Meneer. Terus mereka jawab sudah tidak produksi lagi," kata salah seorang pemilik kios jamu, Sudirman, Senin (07/08/2017) siang.

Menurutnya, sejak 4 bulan lalu ia tidak lagi menjual jamu seduh dari produk Nyonya Meneer. Ia mengaku sudah menduga produsen jamu ini akan bangkrut sebelum dipailitkan oleh pengadilan.

Saat masih berproduksi, tambahnya, jamu Nyonya Meneer tergolong cukup laris. Para pembeli jamu seduh banyak yang mengonsumsi produk ini karena harganya lebih terjangkau dibanding produk lain. Tapi sejak hilang di pasaran beberapa bulan lalu, para pembeli sekarang beralih ke produk lain.

Karena banyak disuka pembeli, produsen jamu pun ada yang memproduksi jamu Nyonya Meneer palsu. Jamu ini sudah beredar sejak dua bulan lalu atau saat jamu Nyonya Meneer sedang mulai krisis produksi.

"Jamu palsu ini bentuk dan kemasan sangat mirip. Para salesnya berasal dari Cirebon. Kalau datang ke sini suka menawarkan jamu Nyonya Meneer yang palsu. Kalau mereka bilang ke saya, ini jamu Nyonya Meneer KW," jelas Sudirman.

Dilihat dari harga, jamu tiruan ini terpaut beberapa ratus rupiah dari yang asli. Sebagai contoh, jika Nyonya Meneer dibandrol Rp 1.600/bungkus maka jamu tiruan ini dijual seharga Rp 1.200/bungkus.

Meski murah, tapi jamu tiruan ini kurang diminati. Apalagi sekarang setelah konsumen jamu sekarang sudah tahu bahwa Nyonya Meneer sudah tidak lagi diproduksi.

"Saya tidak berani ambil produk jamu KW itu. Pembeli sudah tahu yang asli sudah tidak ada lagi. Jadi percuma kalau dijual di sini," tutup Sudirman.

Apa Reaksi Kamu?