Haus Kasih Sayang Penyebab Lunturnya Moral Millennial?

Oky

Dipublikasikan 3 tahun yang lalu • Bacaan 4 Menit

Haus Kasih Sayang Penyebab Lunturnya Moral Millennial?
Sumber: Sumber: https://wolipop.detik.com/wedding-news/d-2360599/terlalu-sibuk-2-dari-3-pasangan-haus-kasih-sayang

Winnetnews.com - Saat mendengar istilah “generasi millennial” pasti yang akan terlintas di pikiran kita ialah sekelompok remaja tanggung yang selalu memegang smartphone di tangan mereka. Namun, sejatinya generasi yang sering disebut sebagai Generasi Y ini menurut para peneliti sosial dikelompokkan pada generasi yang lahir antara 1980-2000. Jadi bisa dikatakan, orang-orang yang masuk ke dalam kategori ini ialah generasi muda yang saat ini berusia 15-34 tahun.

“Moral anak jaman sekarang sih saya merasa kalo lumayan agak hilang ya respectnya ke orang yang lebih tua, pernah ada yang kalo ngomong sama saya kayak ngomong sama temen sebaya, gaada sopan-sopannya padahal juga baru kenal, ya walaupun nggak semua tapi sebagian yang saya temui sih seperti itu.” Tutur Sari saat diminta pendapat mengenai moral millennial.

Jika berbicara tentang generasi ini tentu tak luput dari sisi nilai moral positif dan negatifnya. Moral itu sendiri memiliki definisi yakni secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu, tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus memiliki moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Moral remaja dari tahun ketahun terus mengalami degradasi atau penurunan kualitas dalam segala aspek moral, mulai dari tutur kata, cara berpakaian, sikap dll. Faktor yang mempengaruhi moral remaja, salah satunya adalah arus globalisasi dengan segala tawarannya yang menggiurkan. Kurangnya kesadaran dari penikmat globalisasi menyebabkan kemunduran moral pada remaja.

Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang sopan santun dan ramah oleh bangsa luar, ternyata sedang mengalami degradasi moral yang cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak, maraknya berita penyimpangan yang dilakukan oleh generasi ini sudah semakin tinggi. Hal tersebut tidak akan terjadi tanpa ada sebab. Berikut penyebab merosotnya moral generasi millennial.

  1. Mudah mengeluh

    image0
    Sumber: http://www.professionsolutions.com/stress-management/

    Kata mengeluh mungkin sudah tidak asing lagi bagi anak jaman sekarang. Kehilangan sinyal sebentar hingga kegiatan update statusnya terganggu sudah bisa jadi bahan untuk mengeluh, bahkan ketika mendapat tugas dari dosen/guru yang seharusnya mudah karena sumber ada dimana-mana dan semuanya sudah ada dalam genggaman karena sumber bersifat online pun masih saja bias membuat mengeluh. Mengeluh sudah seperti kebiasaan bagi anak muda jaman sekarang. Mengeluh di jaman yang sudah serba mudah ini seharusnya tidak boleh dilakukan apalagi di lanjutkan dan menjadi kebiasaan. Mengapa? Karena hal tersebut hanya akan menghambat produktivitas kita dalam bekerja. Semakin banyak kita mengeluh maka semakin sedikit pula karya dan pekerjaan yang dapat kita hasilkan.
  2. Kurang berlatih

    image1
    Sumber: https://www.themsrgroup.com/customer-experience-management/your-employees-will-thank-you-for-caring-about-the-customer/

    Jaman sekarang dengan jaman dulu memang sudah berbeda, terlihat dari dunia pekerjaan contohnya, di dunia pekerjaan jaman dulu memang lebih mengutamakan senioritas dan bekerja dengan slow yang secara tidak langsung mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain. Contoh lain, pentingnya ketika bertemu orang lain menyapa atau menunduk, hal-hal kecil seperti itulah yang secara tidak langsung mengajarkan kepada kita bagaimana jika berada di situasi sosial. Tetapi untuk anak-anak jaman sekarang hal tersebut bukanlah hal yang terlalu di perhatikan. Bukan karena nilai kesopanan tersebut hilang, tetapi hanya kurang berlatih dan tidak terbiasa untuk melakukan hal tersebut. Hal itu juga dapat dipengaruhi dari gaya hidup yang sudah semakin independen.
  3. Haus kasih sayang

    image2
    Sumber: https://wolipop.detik.com/wedding-news/d-2360599/terlalu-sibuk-2-dari-3-pasangan-haus-kasih-sayang

    Berdasarkan keterangan Yulita Patricia Semet, M,Psi, perempuan maupun laki-laki terkadang ada yang membutuhkan konfirmasi lebih jelas atau haus akan kasih sayang dan perhatian, menurut Sishi, tipe orang yang seperti ini lah yang cenderung mengalami KDRT, karena orang tersebut merasa takut dan berfikir jika berpisah dengan pasangannya tidak ada lagi yang mau dengannya dan tidak ada lagi yang memberikan kasih sayang, maka dari itu mereka cenderung bertahan walaupun diperlakukan dengan tidak layak. Hal ini memicu turunnya moral pada diri seseorang karna akan berdampak buruk pada perubahan perilaku serta akhklak orang tersebut menjadi kearah yang negatif. 
  4. Gaya Hidup 

    image3
    Sumber: http://agil-asshofie.blogspot.com/2016/04/dampak-negatif-gaya-hidup-modern.html

    Di satu sisi semua anak dan semua orang ketika lahir didunia pasti mereka memiliki preposisi masing-masing. Mereka pasti memiliki kecenderungan tertentu berdasarkan latar belakang keluarga ditambah lagi ketika mereka mulai bersosialisasi dengan lingkungannya, nah dari sanalah bisa masuk nilai-nilai baru yang cenderung berbeda dengan apa yang mereka dapat pertama kali dari dalam hubungan keluarga. Ditambah dengan masuknya budaya asing, bukan berarti budaya bangsa Indonesia terlupakan oleh generasi sekarang, tetapi akan jarang terekspos karena banyaknya nilai-nilai yang baru dari luar dan secara tidak langsung hal tersebut akan mempengaruhi moral juga gaya hidup generasi milenial.

Marilah menjadi generasi millennial yang berguna bagi bangsa dan negara serta lingkungan sekitar. Perlu diingat bahwa masa depan bangsa ada di tangan anda. Jadi, masih maukah anda menanam ke empat hal diatas menjadi sebuah kebiasaan pada diri anda?

 

 

Ditulis oleh Nyoman Recynta

Mahasiswi London School of Public Relations

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...