HBO yang Semakin Agresif dalam Adaptasi Serial
Foto: CNN.com

HBO yang Semakin Agresif dalam Adaptasi Serial

Jumat, 6 Mar 2020 | 19:00 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  HBO dipastikan akan mengadaptasi game eksklusif dari PlayStation berjudul The Last of Us. Melalui laman Twitter milik sang pengembang, Naughty Dog, mereka alam bekerja sama dengan HBO dalam menciptakan serial The Last of Us. Selain itu, nama sutradara serial Chernobyl, Craig Mazin akan turut serta dengan menjadi produser dalam proyek ini. Sayangnya, belum ada informasi lebih lanjut mengenai para pemeran maupun tanggal syuting dan perilisan serialnya.

Dalam proses kreatifnya, tim penulis dari Naughty Dog untuk The Last of Us juga ambil bagian dalam serial ini. Neil Dreckmann selaku sutradara dalam game ini pun bakal bersanding dengan Mazin dalam serial adaptasi game tersebut. Melihat studio produksi serta tim yang nama-nama besar yang berada di belakangnya, respons publik begitu positif dan berharap besar dengan serial ini.

Pada gamenya sendiri The Last of Us diketahui menjadi salah satu video game peraih banyak penghargaan. Digarap oleh studio Naughty Dog, game ini mendapatkan banyak penilaian positif atas penceritaan dan gaya permainannya yang dianggap kreatif.

Beberapa penghargaan yang diterima game bertema zombie ini antara lain adalah Game of the Year, Outstanding Achievement in Writing for Video Games dalam ajang Writers Guild of America, serta 10 nominasi di ajang British Academy of Film and Television Video Game (BAFTA) Awards.

Dilansir dari Polygon, awalnya, The Last of Us merupakan proyek yang rencananya akan diadaptasi menjadi sebuah film. Dengan nama Sam Raimi sebagai produser, proyek ini pertama kali diumumkan pada Maret 2014. Bahkan nama bintang Game of Thrones, Maisie Williams juga kerap dikaitkan dengan proyek tersebut. Namun sayangnya, proyek tersebut seperti terbengkalai dan tak pernah terdengar lagi.

Perang Dengan Penyedia Layanan Lain

Sudah menjadi rahasia umum, sekarang ini streaming service berlomba-lomba menciptakan konten originalnya masing-masing, salah satunya yang paling gencar selain HBO adalah Netflix. Pada Desember 2019 lalu, Netflix mulai menayangkan adaptasi game action role-playing The Witcher.

Menurut Los Angeles Time, popularitas The Witcher turut membantu peningkatan jumlah pelanggan. Netflix mengonfrimasi dalam kuartal keempat tahun 2019 lalu, jumlah pelanggannya bertambah 8,8 juta dengan diperkirakan jumlah total secara keseluruhan mencapai 167,1 juta.

Banyak nama yang menghiasi jajaran pemeran dalam serial ini, di antaranya Anya Chalotra yang berperan sebagai penyihir Yennefer, Emma Appleton sebagai putri Renfri, dan Jodhi May dan Freya Allen sebagai royalti Cintra, Ratu Calanthe dan Putri Ciri.

Dalam memproduksi The Witcher, Netflix diperkirakan menggelontorkan dana hingga sekitar 80 juta USD atau mencapai 1 triliun rupiah. 

Tak hanya The Witcher, Netflix diketahui juga mengadaptasi game petualangan besutan Level 5, Ni No Kuni yang dibuat dalam versi animasi dan dibuat dalam versi pengisi suara berbahasa inggris. Adaptasi ini sendiri telah tayang sejak 16 Januari 2020.

Di sisi lain, HBO juga cukup agresif dalam mengadaptasi kekayaan intelektual lain. Pasca kesuksesan besarnya di box office hingga memenangkan Oscar, dilansir dari Vogue.com, HBO akan mengadaptasi versi serial dari film Korea Selatan, Parasite. Sejumlah nama yang sudah dikonfirmasi akan membintangi serial ini adalah bintang film Hulk, Mark Rufallo dan bintang film Doctor Strange, Tilda Swinton.

Perang HBO tentu bukan hanya melawan Netflix, dilansir dari Observer, dari segi alokasi dana, HBO masih terpaut oleh beberapa penyedia layanan streaming lain, seperti Amazon Prime dan Apple TV+ yang mencapai 6 miliar USD, hingga Netflix yang diperkirakan untuk produksi kontennya menghabiskan dana hingga sekitar 15 miliar USD.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...