(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hebatt...Peggy Whitson, Astronot Wanita Terlama Tinggal di Luar Angkasa

Rusmanto
Rusmanto

Hebatt...Peggy Whitson, Astronot Wanita Terlama Tinggal di Luar Angkasa istimewa

WinNetNews.com - Rekor wanita dengan durasi paling lama tinggal di antariksa telah terukir dengan nama Peggy Whitson. Selama berbulan-bulan, ia tinggal dan bekerja sebagai astronot NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Baca juga: Kembali ke Bumi Setelah 4 Bulan Lebih Hidup di Luar Angkasa

Peggy kembali ke Bumi menggunakan kapsul Soyuz MS-04 bersama Jack Fischer dan kosmonot Rusia ,Fyodor Yurchikhin. Mereka bertiga dinyatakan selamat mendarat di Kazakhstan pada 2 September waktu setempat.

Dikutip dari Space, Senin (3/9/2017) Peggy pulang ke bumi usai melaksanakan misi selama 288 hari di ISS. Total secara akumulatif, Peggy telah menghabiskan waktu hidup di luar angkasa selama 665 hari. Sementara rekannya, Fischer dan Yurchikhin menjalankan misi selama 136 hari di ISS.

Dengan demikian, Peggy adalah manusia asal AS paling lama yang tinggal di antariksa dan urutan ke delapan secara global. Untuk kategori wanita, dia menempati posisi pertama.

Butuh waktu tiga jam 24 menit bagi Soyuz MS-04 yang ditumpangi ketiga penjelajah antariksa ini dari ISS, dapat menyentuh daratan Bumi. Selama perjalanan, Soyuz MS-04 mengalami gesekan dengan atmosfer hingga suhu di luar wahana mencapai 1.400 derajat celcius. 

Di atas ketinggian tertentu, Soyuz MS-04 membentangkan perasut untuk memperlambat jatuhnya wahana karena kecepatan meluncur ke Bumi bisa mencapai 800 kilometer per jam.

Kedatangan tiga orang ini disambut oleh kru dari masing-masing. Yurchikhin dibawa ke pusat Kosmonot Rusia di Moskow, sedangkan Peggy dan Fischer menuju Johnson Space Center NASA di Houston, Amerika Serikat.

Khusus untuk Peggy dan Fischer akan menghabiskan masa rehabilitasi selama 45 hari untuk memulihkan fisik dan serangkaian tes kesehatan mereka berdua serta penelitian ilmiah.

"Ada banyak penyelidikan tubuh manusia yang telah kami lakukan selama di orbit ini. Jadi, kami harus melanjutkan studi tersebut selama 45 hari pertama. Selain itu, kami juga akan melakukan banyak wawancara dengan tim lapangan, prosedur yang dilakukan. Maka, 45 hari pertama benar-benar akan sibuk," ujar Peggy.(detikcom)   

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});