Heboh Disorot Publik, Kini Organisasi Gafatar Ganti Nama

Heboh Disorot Publik, Kini Organisasi Gafatar Ganti Nama

Selasa, 12 Jan 2016 | 11:12 | kontributor
WinNetNews.com - Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar tengah menjadi perbincangan menyusul dugaan keterkaitan dengan hilangnya beberapa orang secara misterius. Namun dari informasi yang diterima, organisasi sosial itu kini telah berganti nama lain menjadi 'Negara Karunia Semesta Alam' atau NKSA.

Mantan Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik BIN itu mengatakan perubahan nama tersebut mungkin untuk menghindari perhatian publik.

Beberapa orang dikabarkan hilang secara tiba-tiba. Salah satunya, dr Rica yang telah menghilang selama 2 minggu dan pergi ke Mempawah atau Sanggau, Kalimantan Barat, untuk mengikuti kegiatan Gafatar. Kemendagri pun sedang memeriksa kebenaran lokasi tersebut.

Baca juga artikel: Dokter Rica Ditemukan dalam Kondisi Labil

"kita sudah koordinasi dengan aparat di sana untuk melacaknya apa benar ada di posisi itu," Kata Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Mayjen (purn) Soedarmo yang dikutip dari situs Detik.

 

Berdasarkan keterangan yang didapatkan dari website resmi Gafatar, beberapa kegiatan yang diadakan oleh Gafatar antara lain berupa gerakan sosial ketahanan dan kemandirian pangan, donor darah, sumbangan anak yatim, kegiatan perkemahan, pelatihan bencana alam, pelatihan remaja, dan lain-lain.

Diketahui lembaga ini belum terdaftar di Kemendagri. Organisasi ini telah berupaya untuk mendaftar ke Kemendagri, namun Kemendagri menolek dengan alasan bahwa Gafatar terkait dengan NII (Negara Islam Indonesia).

Baca juga artikel: Tiba di Yogyakarta, Dokter Rica Langsung Dikawal Polisi

Sementara itu, dikutip dari situs Berita Satu, Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Patrige mengungkap bahwa Gafatar adalah organisasi yang telah dilarang di Indonesia. Hal ini berdasarkan pada surat Dirjen Kesbangpol kementerian Dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...