Heboh Kasus Ibu Tampar Teman Sekelas Anaknya, Polisi Segera Amankan Pelaku
Foto: Kompas.com

Heboh Kasus Ibu Tampar Teman Sekelas Anaknya, Polisi Segera Amankan Pelaku

Senin, 30 Des 2019 | 10:16 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Sebuah video yang menampilkan seorang ibu yang menampar murid di sebuah sekolah dasar (SD) di Makassar, belakangan ini menjadi viral di media sosial. Dalam video berdurasi 30 detik itu terlihat seorang siswi SD yang sedang terduduk sambil menangis.

Tampak pula seorang wanita lain yang berada di kelas, berupaya untuk menegur ibu itu. Setelah ditelusuri, ternyata kasus ini berawal karena ibu tersebut emosi lantaran anaknya pernah dibuat menangis oleh siswi tersebut. Kejadian ini diketahui terjadi di SD Siapala, Paccerakkang, Kota Makassar.

Dilansir dari Merdeka.com, ibu berinisial MT (41) ini melakukan penamparan yang menyebabkan mata bagian kiri korban DA, memar. Aksinya dilakukan saat pembagian rapor sedang berlangsung.

Dalam video yang beredar, nampak MT yang menunjuk-nunjuk wajah korban beberapa kali. Dia marah setelah sang anak, FD, mengadu kalau ia telah dipukuli dengan gagang sapu oleh korban. Ketika ditanya, korban pun mengelak dan mengatakan kalau kejadian itu tidak sengaja. Sebab, saat itu ia sedang menyapu dan gagang sapunya mengenai FD.

Pihak sekolah mengatakan kalau mereka tidak mengetahui adanya kasus ini, hingga akhirnya salah satu guru melihat video penamparan tersebut di media sosial.

“Saya telepon sejumlah guru dan guru kelas II membenarkan kejadian itu tetapi guru itu juga baru tahu setelah kejadian karena melihat murid yang dipukul ini menangis,” ujar Andi Bunayya seperti dikutip dari Dream.co.id.

Peristiwa ini terjadi ketika guru-guru sedang berkumpul di kantor sembari menunggu semua orangtua murid datang untuk mengambil rapor.

Setelah mengetahui kejadian ini, pihak kepolisian pun segera melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah dan sedang menginvestigasi masalah ini.

“Saya sudah konfirmasi ke kepala bidang saya yang menangani itu dan kepala sekolah SD Siapala, memang ada kejadian itu. Sudah perintahkan investigasi masalah itu, karena terjadi di dalam sekolah yang dilakukan oleh orang di luar sekolah,” kata Abdul Azis Hasan, dikutip dari Kompas.com.

Petugas kepolisian pun sudah mendatangi rumah pelaku dan membawanya ke kantor polisi, untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Setelah diamankan, MT pun mengakui perbuatannya hingga ia dijerat Pasal 80 Ayat 1 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun 6 bulan penjara.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...