Heboh Seorang Transgender Dilantik Masuk Pemerintahan Malaysia, Begini Jawaban Mahathir

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Heboh Seorang Transgender Dilantik Masuk Pemerintahan Malaysia, Begini Jawaban Mahathir Rania Zara Medina

Winnetnews.com - Seorang yang diduga transgender membuat heboh warganet Malaysia karena dilantik menjadi anggota sebuah komite di bawah Kementerian Kesehatan. Perempuan cantik yang diduga transgender itu bernama Rania Zara Medina. Menjawab isu tersebut, bahkan sampai dimintai komentar oleh wartawan, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad meminta kepada awak media untuk membuktikan bahwa Rania Zara Medina merupakan transgender. Komentar itu ia sampaikan dalam konferensi pers di di lobi parlemen.

"Siapa yang transgender? Apakah kalian sudah memeriksanya? Apakah dia benar-benar transgender?" tanya Mahathir sebagaimana diwartakan The Star Rabu (10/7/2019).

Mahathir yang baru saja merayakan ulang tahun ke-94 pada hari ini mengungkapkan, dia tidak tahu jika Rania transgender atau bukan. "Sebab, saya belum bertemu dengannya," akunya.

Dilansir Kompas.com (11/9/2019), Rania disebut merupakan perwakilan dari komunitas transgender sebagai anggota Mekanisme Koordinasi Negara (CCM) Malaysia pada periode 2019-2021 mendatang.

Dia mengunggah surat pengukuhan dirinya yang ditandatangani oleh Wakil Menteri Kesehatan Dr Lee Boon Chye di Facebook-nya, di mana dia aktif bertugas per 1 Juli lalu. Pelantikannya menuai kritikan dan membuat Lee bersuara dengan menjelaskan, CCM didirikan pada 2009 dengan tujuan menangkal HIV/AIDS berbekal kontribusi Global Fund.

Disyaratkan oleh Global Fund, anggota CCM berisi 25 orang yang berasal dari berbagai kepentingan seperti akademisi, badan pemerintah, hingga perwakilan masyarakat.

"Kelompok yang disasar termasuk transgender, gay, pekerja seks komersial, pecandu narkoba, hingga masyarakat yang hidup dengan pengidap HIV/AIDS," terang Lee.

Sejumlah kalangan konservatif mengkritik pelantikan Rania dan berargumen bahwa seorang transgender tidak pantas mendapatkan posisi di badan pemerintah. Banyak warganet Malaysia yang menyalahkan pemerintahan Mahathir dan menggunakan agama Islam untuk membenarkan argumen mereka.

Apa Reaksi Kamu?