Hemat APBN, Pemerintah Akan Lelang Proyek Ibu Kota Baru ke Swasta

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 10 bulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Hemat APBN, Pemerintah Akan Lelang Proyek Ibu Kota Baru ke Swasta
Lokasi Ibu Kota Negara Indonesia yang baru di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (Foto: ANTARA/Novi Abdi)

Winnetnews.com -  Pemerintah mengisyaratkan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur akan kembali dilanjutkan.

Menurut Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan tahap pengerjaan awal dapat kembali dilakukan saat pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mulai terkendali, yakni pada bulan Septemberi 2021

"Bagaimana kita bisa kendalikan? artinya tadi kita bisa mencapai R0 0,9 persen dengan vaksinasi dan disiplin. Dengan begitu diharapkan mulai September 2021 wabah sudah terkendali," ujar Suharso dalam virtual conference, Selasa (9/2).

Suharso menjelaskan, jika sesuai rencana maka tahap awal pemindahan ibu kota ini akan dimulai dari pembangunan sarana perumahan dan perkantoran. Ia memberi sinyal pemerintah berencana melelang proyek tersebut ke swasta demi menghemat APBN yang akan dimaksimalkan untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Menurutnya, untuk pembangunan perumahan tersebut, pemerintah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jika target rampung pada 2024 maka diperlukan dana segar mencapai Rp 500 triliun lebih.

"Kita bisa berikan kesempatan swasta untuk ikut masuk dalam kita ambil saja satu pekerjaan, sarana perumahan dan perkantoran. Sarana perumahan dan perkantoran ini pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran yang besar langsung ratusan triliun, tapi cukup pemerintah itu sewa saja rumah dan kantor kepada investor swasta," ujarnya.

Langkah mengandalkan dana swasta tersebut, menurut Suharso juga akan mendatangkan keuntungan terhadap pemulihan ekonomi, terutama menggerakan kembali industri di bidang konsruksi.

Dalam tahap pembangunan itu juga, Suharso mengutarakan pemerintah bisa menciptakan jutaan kesempatan kerja. Ia optimis dengan langkah itu investasi akan masuk dan ekonomi akan membaik.

"Bappenas telah mencoba menghitung ini, pertama bagaimana tidak mengganggu APBN. Kita ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada swasta, dengan demikian ekonomi bergerak dan kesempatan kerja terbentuk," pungkas Suharso.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...