Hina Presiden di Medsos Bisa Dipenjara 4,5 Tahun, KSP: Untuk Menjaga Wibawa Kepala Negara
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Hina Presiden di Medsos Bisa Dipenjara 4,5 Tahun, KSP: Untuk Menjaga Wibawa Kepala Negara

Selasa, 8 Jun 2021 | 09:53 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan menanggapi soal ramainya perbincangan soal draf Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang memungkinkan hukuman pidana bagi penghina presiden dan wakil presiden di media sosial.

Menurut Ade Irfan, aturatersebut bertujuan untuk menjaga wibawa dan kehormatan presiden sekaligus kepala pemerintahan Indonesia.

"Karena isi [rancangan] KUHP adalah untuk menjaga wibawa kehormatan presiden sebagai kepala negara, menjaga kehormatan negara untuk Presiden NKRI [Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Ade Irfan dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (8/6).

"Bukan presiden hari ini, Pak Jokowi [Joko Widodo], tapi selamanya," imbuhnya.

Ia menilai, sebagai kepala negara, sudah seharusnya kewibawaan seorang presiden dijaga. 

"Presiden ini kan memang harus kita hormati. Bagaimana ceritanya kepala negara kita presiden, kita dengan seenaknya memfitnah di media sosial terus diketahui publik," kata dia.

Terlebih, lanjut Ade, apabila penghinaan tersebut disebarkan lewat media sosial yang mana dapat langsung diketahui publik bahkan dari negara lain.

Oleh sebab itu, menurut Ade, akan sangat aneh jika pemerintah mendiamkan warganya yang menghina ataupun memfitnah Presiden RI

"Kehormatan bangsa kita ini di mana letaknya. warga negara lain kan nanti melihat, loh kenapa kok presidennya selalu begini," tegasnya/

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...