Hindari Penggunaan Plastik, Cari Alternatifnya Yuk! 
via Zero Waste Saigon

Hindari Penggunaan Plastik, Cari Alternatifnya Yuk! 

Senin, 20 Jan 2020 | 15:10 | Afifah Kamila Pahlevi

Winnetnews.com - Masalah sampah plastik menjadi perbincangan yang lekat dengan masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, Indonesia menempati posisi kedua terbesar sebagai negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik di dunia.  

Dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari University of Georgia pada tahun 2017, bahwa Indonesia menyumbang 1,29 metrik ton sampah ke laut. Mengalahkan India, padahal jumlah penduduk pesisir Indonesia dengan India boleh dibilang sama yaitu sebanyak 187 juta jiwa. Hal ini menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah China.  

Plastik sangat berbahaya bagi kondisi bumi. Plastik yang dibuang menghasilkan emisi karbon yang dampaknya membuat bumi semakin memanas. Kantong plastik yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan seperti mengganggu ekosistem sungai dan laut.  

Jika sampah-sampah tersebut dibakar, dapat mengganggu kesehatan pernapasan manusia dan udara sekitar. Ditambah lagi, sampah plastik terurai sangat lama karena rantai karbonnya sangat panjang.  

“Enough is enough, we are shamed in the eyes of the world with images of rivers and seas filled with plastic waste as if we are not doing anything,” ujar Koordinator Nasional GIDKP (Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik) 

Kemudian beliau mencanangkan program Zero Waste dengan mengadakan kantong plastik berbayar serta tas belanja alternatif seperti totebag yang dapat dipakai berkali-kali untuk para konsumen. Di sini, Anda juga dapat berdonasi dan bergabung untuk membantu mengurangi sampah plastik.  

Terlebih dari hal itu, Anda juga dapat melakukan alternatif kecil lainnya seperti menghindari penggunaan sedotan plastik dan menggantinya dengan sedotan stainless steel. Pada tahun 2018, sedotan ini sangat booming di kalangan masyarakat terutama para pengguna medsos. Sekarang Anda bisa mendapatkannya di situs belanja online manapun.  

Anda juga bisa membawa peralatan makanan sendiri seperti menggunakan sendok makan atau garpu dari kayu. Sendok plastik ternyata tidak baik untuk makanan Anda karena sudah terkontaminasi banyak zat berbahaya dari plastiknya.  

Selain itu karena kampanye diet plastik semakin masif, Anda disarankan untuk menggunakan kotak makan reuseable daripada yang sekali pakai. Dengan melakukan kebaikan lainnya, Anda dapat tercegah dari kerusakan tubuh akibat zat styrene dari styrofoam.  

Kegiatan alternatif plastik seperti menggunakan sedotan stainless dan membawa peralatan makan sendiri telah dijalankan oleh pasangan Rayi Putra dan Dila Hadju sejak lama. Bahkan untuk popok anak, mereka selalu menggunakan popok kain jika tidak bepergian. Alasannya, agar bisa dicuci dan dipakai berkali-kali agar tidak menghasilkan sampah lebih banyak.  

Untuk belanja pun, Rayi memilih menggunakan kardus karena baginya lebih nyaman untuk membawa barang.  

Glenn Fredly dan Marsha Aruan ternyata juga senada dengan Rayi, mereka mulai membawa tas belanjaan sendiri, berhenti menggunakan sedotan plastik, dan membawa botol minuman sendiri. 

Dengan menghentikan penggunaan plastik makan akan tercipta kondisi bumi yang lebih baik. Pada akhirnya, kesadaran diri Anda sangat berarti bagi bumi ini. Tidak perlu terburu-buru, mulailah dari usaha yang paling kecil seperti tidak lagi menggunakan kantong belanja plastik. Jangan tunggu esok, lakukan dari sekarang yuk!

 

 


--------------------
Afifah Kamila Pahlevi adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...