Image Hindarilah masak lontong bungkus pakai plastik
Food   Peristiwa   Kesehatan  

Hindarilah masak lontong bungkus pakai plastik

Senin, 08 Agustus 2016 21:44 WIB

WinNetNews.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang himbau masyarakat untuk menghindari makanan yang dibungkus plastik dalam kondisi suhu panas. Kini banyak dilakukan memasak lontong yang dibungkus dengan plastik.

Menurut Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen Balai Besar POM Padang Yon Firman di Padang, Senin (8/8), bahwa lontong plastik mengandung zat kimia polimer. Polimer inilah, kata dia menambahkan, dapat masuk ke tubuh manusia karena bersifat larut, hingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh bisa menyebabkan kanker."Sehingga kami meminta penjual lontong menggunakan selongsong ketupat untuk menghindari zat berbahaya bagi tubuh," jelasnya.

Makanan yang mengandung polimer dapat menyebabkan anak - anak terganggu reproduksinya, kesuburan menurun dan bisa menyebabkan kemandulan. Sedangkan untuk ibu-ibu yang tengah hamil dapat mengganggu janin melalui plasenta yang berdampak jangka panjang mengakibatkan seperti kelelahan, sulit tidur dan anemia (kurang darah)."Kami sudah ada sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak memakai lagi bahan plastik untuk membungkus lontong. Sebagian besar pedagang penjual lontong sudah ada yang tahu tapi juga yang belum tahu dengan bahayanya lontong plastik,"terangnya.

Guna mencegah pedagang memakai plastik untuk membungkus lontong, pihaknya sudah melakukan sosialisasi. "Kami juga akan melakukan tindakan tegas ke pedagang yang masih memakai plastik untuk memasak lontong," kata dia.

Profil R.A. Kartini, Sang Pejuang Emansipasi Wanita
Ketua OK OTRIP Hadiahkan Kritik Pedas ke Dishub dan Transjakarta

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

Sekilas Tentang WinnetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.

atau
Lupa kata sandi akun kamu?
atau
Kami akan mengirim link aktivasi pada email Anda.
Daftar Akun