(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hindarkan Anak dari Polusi Lingkungan Sekitar

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Hindarkan Anak dari Polusi Lingkungan Sekitar

Hidup di metropolitan sulit sepertinya untuk benar-benar bebas dari bahan kimia dan polusi. Namun tetap orang tua harus bertanggung jawab melindungi anak dari bahayanya.

Kepala Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat Anwar Musadad mengatakan gejalanya bisa beragam. Masalah pencernaan, pernapasan, sistem saraf, dan gangguan mental bisa timbul tergantung polutan apa yang dominan dalam tubuh.

Mengutip laman detik, berikut tips yang bisa dilakukan orang tua untuk membatasi paparan polusi pada anak. Let's Check it out !

1. Bersihkan rumah

Selalu perhatikan agar kebersihan rumah selalu terjaga. Debu adalah polutan yang paling mudah ditemui dan bisa menyebabkan gangguan pernapasan pada anak bila terhirup. Anwar menekankan keset terutama harus rutin di cuci karena anak biasanya senang bermain di lantai.

Selain itu bila ada anggota keluarga yang merokok, disarankan agar membakar puntung di lingkungan luar agar asap dan abu halusnya tak masuk dan menempel di rumah.

2. Ventilasi yang baik

Rumah yang baik tentu harus memiliki ventilasi. Fungsinya yang menjamin sirkulasi udara mengalir mengurangi kemungkinan partikel polusi mengendap dalam rumah.

Bila dirasa perlu, exhaust fan bisa juga digunakan pada tempat-tempat yang sulit dialiri udara.

3. Kurangi pemakaian bahan kimia

"Cairan pel misal mestinya satu tutup botol kadang-kadang kita pakai banyak, biar bersih. Atau semprot-semprot cairan pembersih meja. Itu kan sebetulnya bahan kimia," kata Anwar.

Memang mesti diakui bahwa tak mungkin sepenuhnya rumah bisa bebas 100% karena cairan pembersih lantai, pelembut pakaian, dan banyak hal lain memakai tambahan senyawa kimia. Oleh karena itu orang tua harus bijak menggunakan bahan-bahan tersebut.

4. Kebersihan makan

Buah atau sayur yang hendak dimakan harus dicuci meski terlihat bersih. Sisa-sisa pestisida yang tak terlihat bisa masih menempel sehingga disarankan orang mencucinya.

Selain itu kebiasaan mencuci tangan juga perlu dilakukan, sederhana mungkin tapi sering terlupa. Padahal tangan adalah bagian tubuh yang paling rentan terkena polutan atau hal berbahaya lain seperti bakteri.

5. Jauhkan sumber potensi bahaya

Anwar mengatakan agar selalu menjaga anak agar tak berada dekat atau menyentuh bahan kimia. Simpan peralatan seperti pupuk, pestisida, cairan pembersih, dan lain sebagainya jauh dari jangkauan anak.

Orang tua juga disarankan menjaga anak jauh dari dapur terutama bila aktivitas memasaknya menghasilkan banyak asap. Di desa terutama hal ini jadi lebih bermasalah bila kompor masing menggunakan tungku kayu bakar yang menghasilkan banyak abu.

"Kalau di pedesaan masak di dapur itu anak dibikinin ayunan atau ditidurin aja di lantai. Maksudnya mungkin biar terkontrol dan sayang lah sama anak tapi sebetulnya itu meracuni anak secara tak lansung," pungkasnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});