Skip to main content

Hintalu Jaruk, telur asin khas orang Banjar.

Hintalu Jaruk, telur asin khas orang Banjar.
Hintalu Jaruk, telur asin khas orang Banjar.

WinNetNews.com - Telur asin biasanya menggunakan telur itik yang diasinkan dengan metode tertentu.

Masing-masing memiliki ciri khas rasa, sesuai jenis itik penghasil telurnya dan bahan makanannya.

Kalimantan Selatan memiliki jenis itik bernama Itik Alabio

Baca juga : MIE LOSARI MAKANAN DARI MAKASSAR

Itik Alabio ini sangat terkenal di Kalimantan Selatan sejak dulu sebagai unggas yang dibudidayakan untuk diolah menjadi telur asin.

Oleh orang Banjar, telur asinnya biasa disebut hintalu jaruk.

Sebutir yang kecil di jual Rp 3.000 dan yang besar Rp 4.000. yang mentah atau belum diasinkan Rp 2.400 sebutir.

Proses Pembuatannya Cukup Lama

Telur-telur itik yang dipasoknya dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan,

Kalimantan Selatan itu dikukusnya dulu selama tiga jam.

Setelah dikukus, barulah proses candling atau diterawang menggunakan lampu yang diletakkan di alat khusus untuk mengetahui kualitas telur,

mana saja yang bisa diolah menjadi hintalu jaruk dan mana yang tidak bisa.

Baca juga : VARIAN NASI POPULER DI PULAU JAWA

Setelah candling, telur-telur itu akan diperam hingga asin.

Cara memeramnya dengan dibaluri tanah dari batu bata yang sudah dihancurkan dan dicampuri abu gosok, garam dan sedikit air.

Proses pemeramannya selama 10 hari hingga tanahnya mengeras.

Setelah itu barulah telur dicuci dan rasanya sudah asin sehingga sudah siap disantap.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top