(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

HM Sampoerna Jadi Incaran Investor

Rusmanto
Rusmanto

HM Sampoerna Jadi Incaran Investor

WinNetNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan kemarin anjlok cukup dalam hingga nyaris tiga persen. Banyak pelaku pasar yang mencairkan portofolionya dengan dana segar.

Mengapa pegang uang tunai?

Menurut Managing Partner PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, banyak pelaku pasar yang mengincar saham baru PT HM Sampoerna (HMSP) yang baru saja menggelar rights issue.

"IHSG anjlok karena ada rebalancing reksa dana, mereka yang punya saham-saham blue chip, dijual-jualin untuk beli saham HMSP," katanya.

Menurutnya, selama ini saham produsen rokok Sampoerna A-Mild itu tidak likuid, karena hanya beredar sekitar satu persen saja, nanti jadi likuid dengan total 7,5% saham beredar di publik.

"Nah, nanti 4 November saham HMSP itu akan dimasukkan ke perhitungan IHSG, jadi Fund Manager pada beli, mereka lepas saham-saham blue chip untuk beli HMSP," ujarnya.

Ia mengatakan, para manajer investasi ini sudah mulai bersiap-siap untuk memborong saham HMSP setelah perhitungannya masuk ke IHSG awal bulan depan.

Berkat rencana rights issue, saham anak usaha Philip Morris itu sudah melonjak tinggi, bahkan sempat tembus Rp 100.000 per lembar.

Sebelum ada pengumuman rights issue, saham HMSP masih berada di kisaran Rp 77.000 per lembar. Setelah pengumuman rights issue, sahamnya pun meroket.

"Nah HMSP nanti kan 4 November itu mereka memenuhi syarat 7,5% jadi orang-orang pada beli duluan," jelasnya.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 13.35 waktu JATS, harga saham HMSP naik 275 poin (0,30%) ke level 92.025 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 1.459 kali dengan volume 10.813 lot senilai Rp 99,6 miliar.

disadur dari detik

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});