Hmmm... Buat Apa Senjata Rakitan Ini, yaa?

Hmmm... Buat Apa Senjata Rakitan Ini, yaa? Barang bukti kepemilikan senjata api rakitan yang berhasil disita/Dokumentasi Polres Way Kanan

WinNetNews.com - Satuan Reskrim Polres Way Kanan, Polda Lampung, mengamankan senjata api (senpi) rakitan jenis FN beserta amunisi aktif yang diduga dimiliki oleh oknum karyawan PT BLS. Kapolres Way Kanan, AKBP Doni Wahyudi melalui Kasat Reskrim AKP Yuda Wiranegara mengatakan bahwa pengungkapan ini juga melibatkan Team Tekab 308 Polres Way Kanan dan Kanit Reskrim Polsek Pakuan Ratu yang saat itu mendapat informasi dari masyarakat tentang penyalahgunaan senpi, yang sangat meresahkan masyarakat.

“Dari informasi yang diperoleh pada Jumat (22/09/2017) keberadaan pelaku penyalahgunaan senpi berada di mess. Di sana juga, senpi dan amunisi itu disimpan”, kata AKP Yuda Wiranegara, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/09/2017).

Kasat Reskrim melanjutkan, setelah dilakukan penyelidikan dengan menelusuri asal muasal senpi tersebut, didapatkan seorang terduga pelaku berinisial HD (36). Saat penggerebekan itu, HD berada di dalam mess, lalu petugas langsung menangkap pelaku selanjutnya melakukan penggeledahan badan dan tempat. Hasilnya ditemukan senjata api (senpi) rakitan jenis FN beserta 20 butir peluru tajam kaliber 5,56 aktif, 15 butir selongsong, empat unit handphone berbagai merk dan satu bilah senjata tajam.

image0

“Akan kita tindak tegas untuk kepemilikan senpi dan amunisi. Padahal, hal itu bertentangan dengan hukum. Termasuk dari mana mereka dapatkan ini juga akan kita dalami. Pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Way Kanan guna penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Selain itu, Kasat Reskrim menghimbau kepada masyarakat yang masih memiliki senjata api rakitan agar, "lebih baik diserahkan kepada kami atau Bhabinkamtibmas yang berada di kampung setempat. Dengan demikian, ini tidak akan kami proses hukum,” himbaunya.

Terduga rencananya akan dijerat menggunakan pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Tentang Senjata Api. Jika terbukti di pengadilan, sesuai dengan pasal dari undang-undang itu, terduga terancam hukuman maksimal yaitu hukuman mati atau hukuman maksimal 20 tahun penjara.