Skip to main content

Honda : Rupiah melemah , Naikkan Harga Pilihan Terakhir Kami

Honda : Rupiah melemah , Naikkan Harga Pilihan Terakhir Kami
Honda : Rupiah melemah , Naikkan Harga Pilihan Terakhir Kami

Honda berharap motor-motor barunya diserap pasar.

Jakarta - Pengaruh Gejolak ekonomi di Indonesia dengan Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tak dipungkiri semakin membuat sektor otomotif terpuruk. Terlebih daya beli masyarakat tahun ini dinilai jauh menurun bila dibandingkan tahun lalu.

Menurut data Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI), jumlah sepeda motor yang terjual sepanjang Januari hingga Juni 2015 hanya mencapai 3.256.637 unit. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu, penjualannya mencapai 4.216.473 unit.

Sejumlah agen pemegang merek (APM) di Tanah Air pun berusaha putar otak. Sejumlah strategi disiapkan agar penjualannya tak tergerus habis. Seperti yang dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) selaku APM Honda di Indonesia.

"Strategi khusus itu biasanya ada pada diler kita. Kalau dari pihak AHM sendiri paling meluncurkan produk-produk baru, seperti salah satunya Honda Sonic, CB150R, dan yang terbaru varian Vario. Itu kami lakukan agar memantik daya beli konsumen di Tanah Air," kata Deputy Head of Corporate Communication PT AHM, Ahmad Muhibbudin kepadaVIVA.

Selain produk baru, Muhib menambahkan, bila peningkatan aftersalesadalah salah satu prioritas utama Honda.

"Kami selalu melihat kebutuhan konsumen, biar pun dolar semakin naik bahkan, kami tetap mencari cara lain untuk tetap mempertahankan harga. Revisi (menaikkan) harga adalah pilihan terakhir kami," katanya.

Ia pun berharap kondisi ini segera berlalu, dan industri otomotif khususnya roda dua terus terkerek naik.

Sebelumnya, Honda menggerutu terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pabrikan sayap mengepak itu bahkan memberi sinyal menaikkan harga motor-motornya. Namun, keputusan itu belum akhir dan masih melihat kondisi perekonomian ke depan.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top