Huawei Siap Terapkan Strategi All Cloud guna Memacu  Transformasi Digital Dunia

Huawei Siap Terapkan Strategi All Cloud guna Memacu Transformasi Digital Dunia

Rabu, 13 Apr 2016 | 19:30 | contributor-one
WinNetnews.com - Huawei Technologies Co. Ltd (Huawei), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka, resmi memperkenalkan strategi All Cloud yang dirancang untuk mendukung pembangunan industri digital dunia.

Melalui strategi “All Cloud” tersebut, Huawei akan merekonstruksi penuh jaringan infrastruktur dalam empat bidang, yaitu peralatan, jaringan, layanan, dan operasi. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan kekuatan sistematis pada sumber perangkat keras (hardware), mendistribusikan arsitektur perangkat lunak (software) dan otomatisasi penuh.

Eric Xu, Rotating CEO of Huawei, mengatakan di era Internet Protocol (IP), Huawei menawarkan strategi tunggal yang dapat mendukung operator secara efektif. Saat dunia menghadapi transformasi digital untuk industri yang berbeda, pihaknya menganjurkan cloudification penuh untuk membangun jaringan yang efisien dan daya saing yang gesit.

"Oleh karena itu tahun ini kami memperkenalkan strategi All Cloud yang mencakup seluruh strategi cloudification yang fokus untuk memberikan pengalaman ROADS (Real-time, On-demand, All-online, DIY, dan Social),”kata Eric Xu melalui pesan elektronik yang diterima media di Jakarta, Rabu (13/04).

Selain memperkenalkan strategi All Cloud, Huawei juga mengumumkan hasil penelitian Global Connectivity Index (GCI) 2016 yang mengukur perkembangan investasi dan penyebaran TIK untuk mewujudkan digitalisasi ekonomi di 50 negara berdasarkan 40 indikator yang meliputi ketersediaan, permintaan, pengalaman, dan potensi dari lima enabler teknologi: pita lebar, pusat data, cloud, big data, dan IoT.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa investasi dalam infrastruktur digital berkaitan erat dengan pendapatan domestik bruto karena infrastruktur digital meningkatkan dinamika ekonomi, efisiensi, dan produktivitas. Untuk meningkatkan pendapatan domestik bruto, negara perlu untuk fokus pada teknologi dengan berinvestasi dalam teknologi baru dan memastikan teknologi ini diadopsi dengan baik oleh pemerintah, industri, dan masyarakat.

Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki angka rata-rata konektivitas nasional yang meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun ini Indonesia menempati peringkat ke-41, naik dua posisi dibandingkan tahun lalu, yang disebabkan oleh peluncuran pita lebar sehingga mempengaruhi pengembangan pusat data.

Pemerintah Indonesia juga semakin serius dalam menggunakan TIK untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menerapkan solusi mobile yang dapat menambah penyerapan teknologi oleh masyarakat dan organisasi.

William Xu, Huawei Executive Director of the Board, Chief Strategy Marketing Officer, mengatakan, penggunaan mobile broadband mengalami pertumbuhan cukup tinggi sehingga pemerintah dapat menggalakkan penggunaan komputasi awan yang terjangkau untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di seluruh Indonesia, dan juga menggunakan TIK untuk mentransformasi bisnis serta mengembangkan e-commerce.

"Saat ini, Indonesia memiliki posisi pertumbuhan pendapatan domestik bruto yang kuat untuk beberapa tahun ke depan. Digitalisasi global sedang mengalami perkembangan yang pesat sehingga meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna dalam berbagai aspek, termasuk industri vertikal, pelayanan masyarakat, dan lain sebagainya. Hasil laporan GCI mengungkapkan bahwa konektivitas global meningkat sebesar 5% pada tahun 2015,” ujarnya.

Sheng Kai, CEO Huawei Indonesia, mengatakan huawei Indonesia akan fokus pada konsumen dan selalu berusaha untuk membantu konsumen agar sukses sehingga dapat mencapai kesuksesan bersama. Melalui komitmen kami untuk tetap terbuka, berkolaborasi, dan berbagi kesuksesan, kami akan menciptakan nilai lebih untuk konsumen kami, berkontribusi terhadap ekosistem TIK yang sehat, serta menciptakan kemajuan sosial.

"Huawei akan terus bekerja sama dengan para mitra untuk menciptakan ekosistem cloud yang terus berkembang, tidak hanya di dunia tapi juga di Indonesia. Sebagai penyedia infrastruktur TIK global terkemuka, Huawei berkomitmen untuk menjadi advokat, promotor, dan pemimpin cloudification seutuhnya,”katanya.

Sebelumnya, Huawei menyelenggarakan Global Analyst Summit ke-13 yang berlangsung pada 11 – 12 April 2016 di Hotel Intercontinental, Shenzhen, Tiongkok. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 analis dan pelaku usaha dari industri telekomunikasi, internet, perbankan, serta industri lainnya.

Dalam acara tersebut perwakilan dari organisasi industri, termasuk Forum NB-IoT (NarrowBandInternet of Things), OpenStack, Forum TM (TeleManagement Forum), dan The Open Group juga berbagi pandangan dan pengalaman mereka dalam mengembangkan industri.

Pada acara yang bertemakan “Growing Together through Digitalization and Building a Better Connected World” (Tumbuh Bersama melalui Digitalisasi dan Membangun Dunia yang Terkoneksi) tersebut, Huawei memaparkan berbagai strategi mengenai produk,perkembangan di bidang komputasi awan (cloud), Internet of Things (IoT), dan transformasi operasi. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...