Hubungan Makan Micin dan Risiko Kanker

Rusmanto
Rusmanto

Hubungan Makan Micin dan Risiko Kanker ilustrasi
Winnetnews.com -  Ada banyak sekali mitos yang terkait dengan micin. Sebagai contoh, ada yang menyebut micin bisa menyebabkan datangnya penyakit berbahaya seperti kanker jika terlalu sering dikonsumsi. Sebenarnya, apakah mitos ini memang sesuai dengan fakta kesehatan?

Dampak Makan Micin bagi Risiko Kanker

Micin atau monosodium glutamat (MSG) adalah salah satu bumbu yang cukup sering digunakan saat memasak. Selain itu, micin juga cukup sering ditemukan di camilan kemasan yang kita konsumsi. Satu hal yang pasti, micin bisa membuat rasa makanan menjadi lebih sedap dan nikmat.

Lantas, apakah benar jika sering makan micin bisa menyebabkan peningkatan risiko kanker? Pakar kesehatan menyebut hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa anggapan ini benar. Satu hal yang pasti, makanan yang diberi micin justru terbukti mampu membuat pasien rumah sakit makan dengan lebih lahap. Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, sistem kekebalan tubuh akan semakin meningkat dan akhirnya membuat mereka lebih cepat sembuh.

Penelitian yang dilakukan di rumah sakit yang ada di Jepang ini membuktikan bahwa pasien dengan usia lanjut yang mengalami masalah kesehatan cenderung mengalami penurunan nafsu makan dengan drastis akibat menurunnya kemampuan sel-sel saraf di dalam lidah.

Jika mereka kemudian malas makan, maka kondisi kesehatan mereka dikhawatirkan akan menurun. Dengan adanya MSG yang membuat makanan lebih sedap, maka mereka pun akan makan dengan lebih lahap.

Penelitian ini juga menyebut makanan yang diberi MSG membuat para pasien cenderung lebih bersemangat, lebih aktif, dan tidak hanya berbaring saja di tempat tidur. Mereka juga cenderung mau makan sendiri, tanpa perlu disuapi oleh perawat atau kerabatnya.

Apa Reaksi Kamu?