Hukuman Mati: Jalan Terbaik?
AP Photo via sputniknews.com

Hukuman Mati: Jalan Terbaik?

Kamis, 19 Des 2019 | 09:55 | Rachel Geraldine Lalenoh

Winnetnews.com - Hukuman Mati? Mungkin memang tampak asing di telinga kita untuk mendengar pembahasan topik ini di kehidupan sehari-hari. Namun apakah pernah terlintas di pikiran kalian mengenai hukuman mati? Yuk kita bahas secara singkat!

Hukuman mati adalah praktik hukum dimana seseorang dihukum dengan cara dihilangkan nyawanya, ironis bukan? Praktik hukum ini juga sampai sekarang masih menjadi topik yang sensitif untuk dibahas karena banyak orang yang setuju akan hukuman ini, namun tak sedikit juga yang menolak.

Padahal jika kita kaji lebih dalam, hukuman ini masih menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah hukuman ini memang jalan terbaik? Mari kita simak opini-opini berikut ini:

1. Menentang hak asasi manusia 

Hak asasi manusia adalah hak absolut yang dimiliki setiap manusia sejak mereka lahir dan hak ini tidak dapat direnggut siapapun termasuk negara sekalipun. Menurut UUD 1945 pasal 28A berbunyi “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya” bukan hanya pasal tersebut, pasal 28I juga berkata hal yang sama. 

Ini berarti posisi Hak Asasi Manusia di Indonesia memang kuat. Tetapi mengapa ada hukuman mati? bukankah itu jelas-jelas melanggar hak untuk hidup?

2. Tidak dapat mengembalikan nyawa

Hukuman ini berbeda jauh dengan hukuman lainnya. Seandainya seseorang dipenjarakan karena kasus narkoba, tetapi di kemudian hari terbukti orang tersebut ternyata tidak bersalah. Salah satu cara penyelesaiannya adalah membebaskannya dari penjara. 

Tetapi akan berbeda jika hukuman yang diberikan adalah hukuman mati. Jika seseorang divonis hukuman mati dan sudah dieksekusi mati, lalu Ia terbukti tidak bersalah. Nyawa orang tersebut sudah tiada lalu apalagi yang dapat kita lakukan?

3. Membuang-buang waktu

Berdasarkan hasil survei, para pelaku yang divonis hukuman mati harus menjalani dua hukuman sekaligus. Yaitu para pelaku harus menjalani hukuman penjara terlebih dahulu sebelum akhirnya dieksekusi mati, karena untuk menuju proses eksekusi harus melalui banyak proses hukum.

4. Tidak sesuai dengan pancasila

Menurut Ir. Soekarno, Pancasila adalah salah satu dasar statis yang tidak dapat diganggu gugat. Itu artinya, segala regulasi yang telah atau yang akan diterapkan di Indonesia harus berpusat kepada Pancasila.

Sila yang tidak sesuai dengan hukuman ini adalah sila kedua dan sila kelima. Yaitu “kemanusiaan yang adil dan beradab” dan “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Menghilangkan nyawa seseorang tentunya bukan perilaku yang beradab, malah sebaliknya. Dan juga di mana letak keadilannya, jika hak untuk hidup tidak dapat diperoleh oleh seluruh rakyat Indonesia.

Berdasarkan opini-opini di atas dapat kita simpulkan bahwa hukuman mati masih belum menjadi jalan terbaik untuk memberantas kriminalitas di Indonesia. Sayang sekali masih banyak masyarakat yang menganggap topik ini masih sensitif untuk bisa dibahas.

Tetapi balik lagi, masih banyak orang yang menganggap hukuman mati adalah hal yang tabu untuk di diskusikan. Padahal jika kita gali lebih dalam, kita dapat menemukan fakta-fakta tersembunyi lainnya. (*)

 

 

Rachel Geraldine Lalenoh adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi winnetnews.com.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...