Ical Tak Bisa Berkutik Jika DPD I Golkar Menghendaki Munas

Ical Tak Bisa Berkutik Jika DPD I Golkar Menghendaki Munas

Kamis, 21 Jan 2016 | 16:19 | kontributor
WinNetNews.com - Di tengah kevakuman kepengurusan, DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 23 Januari 2016. Bendahara umum Golkar kubu Ical, Bambang Soesatyo, menyebut Rapimnas bisa merekomendasikan Munas.

"Penyelenggara Rapimnas ini Munas Riau. Kalau ada keputusan menyelenggarakan munas, tergantung DPD I yang hadir. Maka kepanitiannya haruslah kepanitian dari (kepengurusan) Munas Riau, ada Ancol dan Bali," ucap Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Bambang mengatakan, munas melalui Rapimnas ini adalah jalan keluar paling elegan untuk menyelesaikan konflik kepengurusan. Hal ini juga disebut sudah disampaikan Ical kepada Jusuf Kalla.

Baca: ARB dan Agung sepakat selesaikan masalah

"Ketua umum tidak bisa apa-apa kalau DPD I menghendaki Munas. Kalau tidak menghendaki kami tidak bisa apa-apa juga. Kita berharap DPD I itu melahirkan jalan keluar," ujar sekretaris Fraksi Golkar itu.

"Kami sadar akhirnya hukum itu tidak selesaikan persoalan, karena lebih ke keputusan politik. Yang merah bisa biru dan biru bisa merah. Kita kompromi dengan keadaan," imbuh Bambang.

Meski begitu, Bambang menegaskan bahwa Rapimnas ini tak ada hubungannya dengan tim transisi yang dibentuk oleh Mahkamah Partai Golkar. "Tim transisi itu hanya upaya terakhir dari orang yang sudah kalah dalam upaya hukum," kata Bambang.

"Semua orang juga tahu, Pak Habibie juga tahu, mahkamah partai ini sudah tak ada lagi. Semua ada hikmahnya dan kita cari jalan yang terbaik," tegas anggota komisi III DPR itu.

Sumber: Detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...