Identitas Supir Mobil yang Ditembak di Lubuk Linggau Masih Misterius!
Aparat menjaga kamar GS/Dokumentasi Polda Sumatera Selatan

Identitas Supir Mobil yang Ditembak di Lubuk Linggau Masih Misterius!

Minggu, 23 Apr 2017 | 21:00 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - GS Alias DI (29), sopir mobil Honda City yang menerobos razia di Lubuklinggau, Sumatera Selatan dan menjadi salah satu korban penembakan, saat ini kondisinya mulai membaik. Meski demikian, sejak peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (18/4/2017) lalu, hingga saat ini pada Jumat (21/4/2017), belum ada keluarga kandungnya yang datang menjenguk. Beberapa hari ini, yang datang menjenguknya di Rumah Sakit Sobirin Kabupaten Musi Rawas yang terletak di Kota Lubuklinggau adalah saudara angkatnya dari keluarga almarhum S, (54).

“Orangtua angkatnya sudah melapor, tetapi tidak menetap, kadang datang kadang pulang. Waktu keluarganya angkatnya datang melapor saya tanya KTP-nya, terus keluarga angkatnya bilang dia (DI) itu keluarga kita. Orangnya bagus, ucapan keluarganya waktu itu bisa dipercaya karena yang bilang warga kita,” ungkap Kades Desa Belitar Kecamatan Sindang Kelingi, Provinsi Bengkulu, Buhani.

Pak Kades juga menuturkan, jika DI bukan penduduk asli Belitar. Tapi, dikutip dari keterangan resmi, DI tinggal di desanya sejak tujuh bulan terakhir. Hingga kejadian ini, Buhani mengaku belum tahu siapa DI sebenarnya. Sampai sekarang dia masih misterius. Latar belakangnya, pihaknya juga belum mengetahui pasti. Dari informasi yang beredar, DI menjual buku ke sekolah-sekolah, meski kebenarannya belum diketahui secara jelas.

“Saya belum pernah bertemu secara langsung. Karena selama ini hubungannya dengan Kepala Dusun (Kadus). Dia setiap datang singgah di rumah orangtua angkatnya itu. Selama tujuh bulan ini dia paling sering di Belitar,” ujarnya.

Sementara ketika ditanya apakah selama tujuh bulan terakhir pernah terlihat keluarga DI, Buhani menyatakan tidak terlalu mendalami. Karena hubungannya selalu dengan keluarga angkatnya itu. Tapi ketika menjenguk DI di RS Sobirin beberapa hari lalu sudah menyampaikan kepada keluarga almarhum SU supaya pihak keluarga menanyakan kepada DI asal usulnya.

"Saya juga sempat menyampaikan agar memeriksa handphone milik DI, mungkin ada nomor orang tuanya, untuk segera dapat dihubungi. Karena kabarnya kakaknya ada di Palembang, orangtuanya ada di Jakarta" tambahnya.

“Tapi masalahnya waktu itu HP milik DI ditahan untuk kepentingan penyelidikan dan barang bukti (BB) pihak kepolisian melakukan penyidikan,” sambungnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...