IHSG Akan Cenderung Menguat

IHSG Akan Cenderung Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan akan bergerak namun cenderung menguat. Pada perdagangan kemarin, Selasa (15/9), IHSG terkoreksi 43,213 poin (0,98%) ke level 4347,16.

David Nathanael, analis Asia First Capital mengatakan IHSG gagal melanjutkan penguatannya kemarin terimbas pergerakan pasar kawasan Asia yang bergerak di teritori negatif dan meningkatnya kekhawatiran depresiasi rupiah atas dolar AS yang sudah menembus Rp14400.

Kemarin rupiah terhadap dolar AS melemah 0,53% di Rp14408 (kurs indeks dolar Bloomberg). "Pelemahan rupiah anomali dengan pergerakan mata uang emerging market yang cenderung menguat di tengah spekulasi The Fed akan menunda kenaikan tingkat bunganya," jelas David dalam risetnya hari ini.

Menurutnya, hal ini terutama dipicu kekhawatiran menyusutnya surplus Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Agustus yang dirilis BPS kemarin yang hanya mencapai US$ 433 juta turun 67,44% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan surplus US$ 1,33 miliar.

Angka surplus NPI Agustus tersebut juga terendah bila dibandingkan surplus neraca perdagangan Indonesia secara bulanan sepanjang tahun ini.

Wall Street tadi malam berhasil tutup di teritori positif rata-rata menguat di atas 1%. Indeks DJIA dan S&P menguat masing-masing 1,40% dan 1,28% tutup di 16599,85 dan 1978,09. Harga minyak mentah juga berhasil rebound tadi malam 1,3% di USD44,59/barrel yang mengangkat harga saham sektor energi.

David mengatakan Penguatan di Wall Street terutama dipicu sentimen rilis data ekonomi menjelang putusan The Fed Kamis pekan ini apakah akan menaikkan tingkat bunganya. Penjualan ritel Agustus di AS naik 0,2% (MoM) di bawah eskpektasi naik 0,3% dan bulan sebelumnya naik 0,7%.

Dia melihat Kondisi pasar global yang bergerak positif tersebut diperkirakan akan berimbas positif pada perdagangan hari ini. Namun pasar juga dikhawatirkan dengan pergerakan rupiah atas dollar AS yang terus melemah hingga sudah menembus Rp 14.400.

Menurut David, kombinasi sentimen ini akan membuat IHSG bergerak fluktuatif berpeluang rebound di tengah penantian atas keputusan the Fed Kamis ini.