IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat 0,26 Persen

IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat 0,26 Persen

Jumat, 29 Jan 2016 | 16:55 | Muchdi

WinNetNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan hari ini, Jumat (29/1/2016) bergerak fluktuatif menyusul aksi jual oleh pemodal domestik.

Indeks bergerak di antara teritori positif dan negatif, meskipun sebagian besar bursa di kawasan Asia pasifik bergerak menguat. Adapun investor asing cukup gencar melakukan aksi beli di lantai bursa pada hari ini.

Pukul 16.00 IHSG ditutup naik sebesar 12,33 poin atau 0,26 persen di posisi 4.615,16. Sebanyak 135 saham diperdagangkan menguat, 113 saham melemah dan 91 saham stagnan.

 

Volume perdagangan mencapai 5,08 miliar saham senilai Rp 7,8 triliun. Nett buy oleh investor asing sepanjang perdagangan mencapai Rp 1,4 triliun.

Saham-saham yang menopang pergerakan indeks yakni ASII (Rp 6.450), TLKM (Rp 3.340), dan BMRI (Rp 9.600). Sementara saham-saham yang membebani IHSG adalah HMSP (Rp 103.500), BBRI (Rp 11.225), BBCA (Rp 13.100) dan BBNI (Rp 4.910).

Dari 10 sektor saham, hanya ada dua sektor yang melemah dan sisanya menguat. Sektor-sektor yang melemah yakni konsumer (-1,76 persen) dan manufaktur (-0,64 persen).

 

Di sisi lain, sektor yang menguat adalah agribisnis (0,75 persen), pertambangan (0,54 persen), industri dasar (0,31persen), aneka industri (2,85 persen), properti (0,08 persen), infrastruktur (2,09 persen), keuangan (0,58 persen), dan perdagangan (0,37 persen). Bursa di kawasan regional kompak menguat seiring dengan aksi beli investor, mengikuti pergerakan Wall Street.

Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo menguat sebesar 2,8 persen menjadi 17.518,3. Sementara itu indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga ditutup naik 2,54 persen di level 19.683,11.

Bursa Shanghai juga ditutup menguat sebesar 3,09 persen di level 2.737,6 setelah sebelumnya melemah. Adapun bursa Seoul berakhir menguat 0,27 persen di posisi 1.912,06. Rupiah juga terus menguat pada sore ini. Di pasar spot, mata uang Garuda diperdagangkan di Rp 13.778 per dollar AS.

sumber dari Kompas, Jakarta

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...