Skip to main content

IHSG Anjlok, Investor Institusi Siap Masuk

IHSG Anjlok, Investor Institusi Siap Masuk
IHSG Anjlok, Investor Institusi Siap Masuk

Terus tertekannya indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia sepanjang dua pekan ini, rupanya telah ditangkap sebagai peluang bagi investor institusi yang mengelola dana raksasa. Salah satunya adalah Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang bersama badan keuangan milik negara lain akan segera masuk ke pasar modal berburu saham-saham yang harganya telah turun.

Presiden Direktur BPJS Ketenagakerjaan Elvyn Masassya menyebut bahwa harga saham saat ini "relatif murah" sehingga pengelola dana Rp193 triliun itu berniat membeli saham dari "industri tertentu" dalam pesan singkatnya, Minggu 23 Agustus.

Sejak awal tahun IHSG telah anjlok 21% dan selama dua pekan ini terus mengalami tekanan eksternal terutama setelah Bank Rakyat China melakukan devaluasi mata uang yuan pada 11 Agustus lalu. Posisi indeks saham di Bursa Efek Indonesia saat ini mencapai titik terendah dalam 20 bulan dan pada perdagangan Senin 24 Agustus siang masih melemah 4,77% ke level 4.127 yang diiringi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang telah menembus Rp14.000.

Situasi ini mencerminkan perlambatan ekonomi nasional yang mencetak pertumbuhan terendah dalam enam tahun mengikuti tren global yang telah menyebabkan lesunya harga komoditas. Indeks Pertambangan Jakarta telah anjlok 32% sejak awal April, salah satu sektor yang harga saham emitennya paling terpuruk di antara sembilan industri. Produk domestik bruto Indonesia hanya tumbuh 4,67% pada kuartal kedua, terendah sejak September 2009, sedangkan laba emiten anjlok 88% menurut data Bloomberg.

Prospek kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan devaluasi yuan yang mengejutkan pelaku pasar di seluruh dunia telah memicu aksi jual besar-besaran di bursa saham pasar berkembang. Pada 20 Agustus lalu investor asing menarik US$185,4 juta dari bursa, aksi jual terbesar sejak akhir Desember 2014. Selain Indonesia, Taiwan dan Hong Kong pada pekan lalu juga memasuki tren penurunan indeks saham.

Dalam periode 12 bulan ini investor asing telah menarik dana senilai US$1,35 miliar dari Bursa Efek Indonesia, terbesar setelah Thailand di antara pasar modal kawasan. Alan Richardson, maanjer investasi Samsung Asset Management di Hong Kong memperingatkan bahwa fenomena ini belum akan berakhir.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top