IHSG Diperkirakan Flat Cenderung Menguat

IHSG Diperkirakan Flat Cenderung Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham sepekan akibat dari The Fed menunda kenaikan suku bunga.

"Sideways kalau rupiah membaik itu mendukung," kata Analis PT Waterfront Securities, Oktavianus Marbun.

Dia mengatakan sentimen penggerak indeks saham masih sepi. Selain rupiah, pelaku pasar sedang menunggu laporan keuangan emiten pada kuartal III 2015 ini.

Dia juga memperkirakan IHSG bergerak pada level support 4.335 dan resistance pada level 4.450.

Kepala Riset NH Korindo Securities, Reza Priyambada mengatakan, indeks saham akan berkutat pada support 4.275-4.300 dan resistance pada level 4.405-4.447.

"Di awal pekan kemungkinan akan terjadi koreksi sebagai imbas dari pelemahan sejumlah bursa saham global namun diharapkan secara bertahap terjadi kenaikan hingga akhir pekan meskipun akan terhalang oleh Idul Adha dipertengahan pekan," jelasnya.

Oktavianus merekomendasikan akumulasi saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Pada perdagangan saham Jumat 18 September 2015, IHSG ditutup pada level 4.380,32. Indeks saham menguat sebanyak 0,45 persen jika dibanding penutupan pekan sebelumnya pada level 4.360,46.