IHSG Masih Tertahan

IHSG Masih Tertahan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertahan di zona merah akibat aksi jual investor domestik sehingga ketinggalan penguatan bursa-bursa regional.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (23/7/2015), IHSG menipis 1,635 poin (0,03%) ke level 4.905,054. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 1,391 poin (0,17%) ke level 841,200.

Saham-saham komoditas masih bisa menguat bersamaan dengan saham konstruksi. Saham-saham lapis dua terkena koreksi cukup dalam.

Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 96.813 kali dengan volume 2,477 miliar lembar saham senilai Rp 2,16 triliun. Sebanyak 130 saham naik, 95 turun, dan 93 saham stagnan.

Bursa-bursa regional kompak menguat hingga siang hari ini. Bursa saham China melonjak paling tinggi setelah kemarin terkena koreksi.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 86,32 poin (0,42%) ke level 20.679,99.
  • Indeks Hang Seng menguat 156,27 poin (0,62%) ke level 25.438,89.
  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 52,86 poin (1,31%) ke level 4.078,90.
  • Indeks Straits Times bertambah 13,95 poin (0,42%) ke level 3.373,12.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 4.000 ke Rp 86.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.450 ke Rp 53.450, Siloam (SILO) naik Rp 750 ke Rp 15.800, dan Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 26.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 525 ke Rp 17.600, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 425 ke Rp 12.625, Astra Agro (AALI) turun Rp 275 ke Rp 24.075, dan Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 175 ke Rp 24.425.