Ikan Bakar Bisa Tingkatkan Resiko Kanker?

Rusmanto
Rusmanto

Ikan Bakar Bisa Tingkatkan Resiko Kanker? ilustrasi
Winnetnews.com - Salah satu makanan yang digemari oleh banyak orang di Indonesia adalah ikan bakar. Selain rasanya yang nikmat, ikan bakar juga cenderung memiliki harga yang termasuk terjangkau sehingga bisa dikonsumsi oleh siapa saja. 

Hanya saja, ada anggapan yang menyebut ikan bakar bisa meningkatkan risiko kanker. Apakah anggapan ini memang benar?

Kaitan antara konsumsi ikan bakar dengan risiko kanker

Sebenarnya, makanan apapun yang diolah dengan cara dibakar memang cenderung memiliki peningkatan rasa dengan signifikan. Hanya saja, khusus untuk daging-dagingan, rasanya akan jauh lebih enak. Hal ini juga berlaku pada daging ikan.

Masalahnya adalah membakar daging baik itu daging merah, daging unggas, atau daging ikan pada api di dalam suhu yang tinggi tak hanya akan mengubah rasa dari daging tersebut, hal ini akan menyebabkan kandungan gizinya ikut berubah.

Sebagai contoh, kandungan protein yang ada di dalam daging-dagingan ini akan bereaksi tatkala dibakar di dalam suhu yang sangat tinggi. Perubahan ini sayangnya membuat daging memiliki sifat karsinogenik atau penyebab kanker.

Pakar kesehatan menyebut senyawa karsinogenik yang bisa ditemukan di dalam daging yang dibakar adalah heterocyclic amine (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH). Senyawa ini seringkali terbentuk saat proses pembakaran daging yang membuat ada beberapa zat dadi daging-dagingan ini meleleh dan menetes ke bara asap dan memproduksi asam dengan kandungan tersebut.

Biasanya, senyawa HCA dan PAH ini baru mulai terbentuk saat suhu pembakaran daging telah mencapai 100 derajat Celcius. Bahkan, jika suhunya semakin tinggi, semakin banyak pembentukan senyawa ini dan semakin bisa membahayakan kesehatan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan HCA dan PAH dalam membuat kerusakan DNA pada tubuh.

JIka sampai hal ini terjadi, dikhawatirkan akan memicu pembentukan sel-sel yang tidak normal yang bisa saja berawal dari kanker berbahaya seperti kanker usus, kanker lambung, kanker payudara, kanker prostat, atau bahkan kanker getah bening.

Apa Reaksi Kamu?