Ikut Olimpiade 2016, Kontingen Ini Tidak Memiliki Negara

Ikut Olimpiade 2016, Kontingen Ini Tidak Memiliki Negara

Senin, 8 Agt 2016 | 16:34 | Gunawan Wibisono
WinNetNews.com - Pesta olahraga tahunan terbesar di dunia bukan hanya milik para atlet yang mewakili negaranya secara resmi, tapi para atlet yang saat ini sedang mengungsi dari negara asalnya dikarenakan konflik berkepanjangan, juga dapat merasakan kemeriahan pesta olahraga yang tahun ini diselenggarakan di kota Rio de Janeiro.

Dalam pembukaan acara pesta pembukaan Olimpiade Brasil di Rio de Janeiro, Sabtu (6/8) lalu. Untuk pertama kalinya, kontingen yang berisi atlet dari pengungsi negara yang dilanda konflik mendapat tempat dalam Olimpiade.

Sebanyak 10 atlet dari negara seperti Suriah, Sudan Selatan, Ethiopia, dan Republik Demokratik Kongo, mewakili kontingen pengungsi. Mereka disambut sorakan dan tepuk tangan yang luar biasa dari para penonton saat memasuki Stadion Maracana.

Mereka terpilih dari 43 kandidat atlet. Perjuangan mereka untuk mengikuti Olimpiade setelah melalui perjuangan hidup yang luar biasa berat.

Salah satu dari atlet tersebut adalah Yusra Mardini dari Suriah yang baru berusia 18 tahun. Dia kabur dari Suriah dengan saudara-saudara perempuannya menggunakan perahu karet. Yusra dan 20 orang pencari suaka kabur dari Suriah melalui Turki menuju Yunani menggunakan perahu karet.

Perahu karet yang mereka naiki terbalik. Yusra dan saudara-saudara perempuannya melompat ke laut yang sedingin es. Mereka berpelukan dan berpegangan kepada perahu sambil mendayung dengan tangan mereka.

"Para pengungsi ini tidak memiliki rumah, negara, bendera, dan lagu kebangsaan," kata Presiden International Olympic Comittee, Thomas Bach.

Bach mengatakan rumah mereka sekarang adalah kampung atlet Olimpiade bersama dengan atlet-atlet dunia. Selain itu, Bach juga mengatakan kontingen pengungsi ini adalah simbol harapan bagi semua pencari suaka di dunia. Selamat bertanding kawan!!!

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...