Ikut Operasi Kebebasan Navigasi, Inggris Kirim 2 Kapal Induk ke Laut China Selatan
istimewa

Ikut Operasi Kebebasan Navigasi, Inggris Kirim 2 Kapal Induk ke Laut China Selatan

Jumat, 28 Jul 2017 | 10:25 | Rusmanto

WinNetNews.com - Sekutu tertua Australia, Inggris, berjanji akan menantang klaim teritorial Beijing di Laut China Selatan. Caranya, dengan mengerahkan dua kapal induk baru melalui perairan yang disengketakan itu dalam sebuah operasi kebebasan navigasi.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson membenarkan rencana tersebut seusai pertemuan tingkat tinggi dengan mitranya dari Menlu Julie Bishop di Sydney. Pertemuan juga dihadiri Menteri Pertahanan dari kedua negara.

Kepada ABC , Menteri Pertahanan Inggris Sir Michael Fallon menolak memberikan rincian tentang mengerahkan kapal induk itu.

"Kami belum memerinci pengerahan itu namun, ya, tentunya kapal-kapal ini akan terlihat di Samudera Hindia, Pasifik, bagian dunia ini karena di belahan dunia ini kita melihat ketegangan yang meningkat, tantangan yang meningkat," ujarnya.

Amerika Serikat dan sekutu dekatnya, seperti Australia dan Inggris, telah lama menyatakan keprihatinan atas aktivitas pembangunan pulau yang di lakukan Beijing dan militerisasi salah satu rute pelayaran komersial tersibuk di dunia.

Menhan Marise Payne juga mengisyaratkan Australia dapat memainkan peran bersama Inggris dalam memastikan kebebasan navigasi di Laut China Selatan.

ABC pekan lalu mengungkapkan bahwa Angkatan Bersenjata Australia telah mendeteksi sebuah kapal mata-mata China yang berada dekat ke pantai Queensland saat digelarnya latihan militer bersama AS, yang dikenal sebagai Talisman Sabre.

Pada hari Kamis, Panglima Komando Armada Pasifik AS kepada ABC menegaskan pihaknya tidak terganggu oleh tindakan China selama latihan, namun berharap hal itu akan menekankan Beijing akan perlunya mematuhi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut.

"Tampaknya ada dua pendekatan berbeda yang diambil di China. Mereka mengungkapkan ketersinggungan besar pada operasi militer Amerika Serikat yang dilakukan di Zona Ekonomi Eksklusif mereka," kata Admiral Scott Swift.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...