Ilmuwan Siapkan Misi Lahirkan Bayi Luar Angkasa Pertama untuk 12 Tahun Mendatang

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Ilmuwan Siapkan Misi Lahirkan Bayi Luar Angkasa Pertama untuk 12 Tahun Mendatang Kelahiran bayi di luar angkasa diharapkan terwujud 12 tahun mendatang (Foto: Pulselive.ug)

Winnetnews.com - Dalam 12 tahun mendatang, diperkirakan bayi pertama bisa lahir di luar angkasa, kata seorang ahli. Dr Egbert Edelbroek, pendiri dan kepala eksekutif SpaceBorn United mengatakan perusahaannya sedang merancang misi di mana wanita hamil dapat melahirkan di orbit luar angkasa.

Tujuannya saat ini bukan untuk mengirimkan wanita hamil untuk tinggal beberapa bulan di luar angkasa, melainkan misi 24 hingga 36 jam hanya untuk proses persalinan.

Berbicara di Kongres Angkasa dan Sains pertama Asgardia the Space Nation di Darmstadt, Jerman, Dr Edelbroek mengatakan ia berpikir ini akan terjadi pada 2031.

SpaceBorn United adalah startup yang meneliti kondisi reproduksi manusia di ruang angkasa, dan berfokus pada teknologi asistensi reproduksi.

"Ini hanya mungkin, untuk saat ini, di Lower Earth Orbit (LEO), dan itu hanya mungkin berkat prosedur seleksi yang sangat menyeluruh," katanya. Seperti dilansir Daily Mail.

Orbit bumi yang lebih rendah adalah orbit yang berpusat di bumi dengan ketinggian 2.000 km atau kurang.

Kongres telah mendengar beberapa persyaratan untuk para calon ibu hamil, dan staf medis yang akan dikirim.

“Anda dapat menginduksi proses persalinan seperti yang mereka lakukan di klinik IVF setiap hari,” lanjut Edelbroek.

https://lh3.googleusercontent.com/TtgthVVJ5yvMDfLYs6ykid3-4KpgmAwdnwIjAL99WEqEsco1AR0u7P8cS6ZaEd3q8XS6buo04S5iFvDMDKpXQuCngJvfxNsiOhjn540QN2Dl9E1s3bQfFIaN4bsYk20kFytzfMDI

Ia juga memaparkan beberapa masalah yang bisa mungkin terjadi nantinya, terlebih soal perencanaan. Baginya, sulit untuk merencanakan proses alami seperti ini jika ada sesuatu yang salah dengan cuaca, atau penundaan peluncuran.

“Kami tak akan bisa bekerja dengan hanya satu wanita hamil. Kami mungkin akan memiliki 30 peserta dan mereka bisa membatalkan kapan saja. Tapi para ahli yang bekerja sama dengan kami, mereka percaya, dan saya percaya, bahwa ini mungkin pada tingkat risiko yang lebih rendah daripada rata-rata pengiriman gaya Barat di Bumi,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa, meskipun ini mungkin, dia tidak berencana untuk itu, dengan pekerjaan perusahaan yang berfokus pada pengembangan embrio dan konsepsi di ruang angkasa.

Ditanya tentang perkiraan 12 tahun, Dr Edelbroek mengatakan akan tergantung pada pendanaan dan pengembangan di sektor pariwisata antariksa.

"Jika sektor itu akan dipercepat seperti yang dilakukannya sekarang, akan ada pasar bagi orang-orang yang sangat kaya yang tidak siap untuk melakukan pelatihan militer tiga bulan, senang pergi selagi bersedia," katanya.

Selama penelitian yang dilakukan oleh NASA pada tahun 1997, tikus hamil diamati selama adaptasi ulang terhadap kekuatan 1-g dan persalinan di luar angkasa.

Meskipun tikus berhasil melahirkan setelah terpapar dengan gayaberat mikro, analisis tentang persalinan tikus menemukan bahwa mereka mengalami sekitar dua kali jumlah kontraksi persalinan di bumi.


 

Sumber: Daily Mail

Apa Reaksi Kamu?