Imbas Harga Minyak Jatuh, Bank Mandiri Akui Ada Dampak ke Kredit Bermasalah

Imbas Harga Minyak Jatuh, Bank Mandiri Akui Ada Dampak ke Kredit Bermasalah

Sabtu, 30 Jan 2016 | 10:37 | Muchdi

WinNetNews.com - Harga minyak dunia kini berada di level yang masih rendah, yakni di kisaran 30 dollar AS per barel meski mengalami kenaikan tipis hingga ke 33 dollar AS per barel.

Imbas terkontraksinya harga minyak terasa di sektor pertambangan, bahkan hingga ke perbankan.  Direktur Treasury & Markets PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Pahala N Mansury menjelaskan, harga minyak dunia yang rendah cukup memberikan pengaruh ke sektor perbankan.

Pengaruh yang dimaksud Pahala adalah kenaikan dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).  "Kami sampai dengan saat ini, kalau lihat tentunya ada pengaruhnya sedikit. Secara sistem perbankan ada kenaikan dari angka NPL dan banyak sebetulnya sektor-sektor turunan dari industri pertambangan. Tentunya ada pengaruhnya," kata Pahala. Jumat (29/1/2016).

 

Meskipun begitu, Pahala menyatakan Bank Mandiri sebenarnya tidak mempunyai portfolio yang besar di sektor pertambangan. Pihaknya berharap akan ada perbaikan harga minyak sehingga tidak memberikan dampak yang dalam ke sektor perbankan.

Terkait beberapa perusahaan pertambangan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau layoff terhadap karyawan, Pahala mengaku hal ini tidak tertular ke perseroan.

Hingga saat ini, kata dia, Bank Mandiri sama sekali tidak melakukan layoff.  Senada dengan Pahala, Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menyatakan, turunnya harga minyak dan komoditas memang memberi sedikit pengaruh terhadap performa NPL perseroan.

 

Pasalnya, ada beberapa debitur yang mengalami kesulitan, khususnya yang bergerak di sektor pertambangan.

Meski ada peningkatan angka NPL, Rohan mengaku NPL Bank Mandiri hingga saat ini masih berada di kisaran yang wajar dan aman. Ia menjelaskan, NPL perseroan ada di kisaran 2 persen, masih jauh dari batas ketentuan, yakni 5 persen.

"Memang ada kenaikan, tapi tetap di batas yang wajar. Kita sama sekali tidak ada layoff, malah kita saat ini merekrut," ujar Rohan.

sumber dari Kompas, Jakarta.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...