Imbas Mudik Lebaran, Bandung Terancam Kolaps Akibat COVID-19
ilustrasi: gedung sate bandung

Imbas Mudik Lebaran, Bandung Terancam Kolaps Akibat COVID-19

Rabu, 9 Jun 2021 | 10:00 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menanggapi kenaikan kasus positif Covid-19 di Kota Bandung pascalebaran. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya.

"Kenaikan kasus covid 19 pascalebaran bukan hanya Kota Bandung, tapi daerah lain  juga ada kenaikan kasus ," ujar Oded di Pendopo, Senin (7/6/2021).

Menurut Oded, saat lebaran sulit melarang orang berpergian, masyarakat ingin bersilaturahmi. 

Oded mengatakan, berdasarkan laporan saat Rapat Terbatas (Ratas), ada kenaikan Bed Occupancy Rate (BOR), serta dua hotel yang dijadikan sebagai tempat isolasi cukup tinggi okupansinya.

"Ada kenaikan terutama BOR, tapi masih dalam batas terkendali. Insya Allah dengan adanya kesembuhan juga bagus, mudah-mudahan bisa dikendalikan," ujarnya.

Oded mengungkapkan, fasilitas kesehatan masih aman, terutama di kewilayahan yang telah menyiapkan tempat isolasi mandiri di 19 kecamatan.

Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Erick Darmajaya mengatakan peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bandung pascalebaran dan libur panjang beberapa waktu lalu sudah mulai tergambar dengan jelas di hari Minggu kemarin.

"Kenaikan kasus terlihat dari angka Bed Occupancy Ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Kota Bandung sudah mencapai  79,9 persen bahkan kemungkinan bisa lebih," ujar Erick di Gedung DPRD. 

Menurut Eric menjelang lebaran arus mudik memang sudah dibatasi dengan penyekatan dan penjagaan ketat untuk mencegah masyarakat yang tidak ada kepentingan sangat urgent melakukan aktivitas mudik.

Namun setelah lebaran dengan adanya tanggal merah lalu dianggap libur panjang dimanfaatkan untuk mudik dan berwisata, di saat itulah penyebaran Covid-19 naik kembali. 

Erick minta pemerintah memperhatikan dengan ketat bila ada hari-hari besar atau libur panjang karena Covid-19 seperti bom waktu yang siap meledak dan mengancam Kota Bandung apalagi dengan adanya varian baru. 

"Tidak bisa ditawar lagi, disiplin ketat protokol kesehatan harus diberlakukan kembali," pinta Erick.

Menanggapi lonjakan Covid-19 di Kota Bandung,  Yoel Yosaphat dari Komisi D DPRD Kota Bandung mengatakan ada beberapa hal yang harus diperbaiki terutama dari warga kota Bandung, mobilitas semakin tinggi apalagi pascalebaran kemacetan di Kota Bandung pun meningkat,.

Yoel mengatakan, memang hal yang baik untuk perekonomian tapi sisi lain untuk kesehatan harus lebih diperhatikan. 

Diimbau untuk seluruh warga tetap menjalankan protokol kesehatan, terlihat dari pelaksanaan protokol kesehatan yang sudah mulai longgar, warga pun sudah mulai merasa hidup kembali normal.

"Vaksinasi sudah mulai berjalan, cenderung menyepelekan Covid-19 akhirnya banyak terjadi kasus baru, " ujar Yoel.

Menurut Yoel Yosaphat Pemerintah Kota Bandung harus mempersiapkan fasilitas kesehatan tambahan.

Pemerintah Kota Bandung harus menyediakan lokasi atau tempat khusus untuk penanganan kasus Covid-19 yang sama seperti Wisma Atlet  Jakarta agar penanganan Covid-19 tidak hanya bertumpu pada rumah sakit. 

Yoel mengatakan, pelayanan fasilitas  dapat  diatur sesuai dengan kondisi pasien yaitu misalnya  sebagai tempat isolasi tahap awal atau juga tempat isolasi pasien yang bergejala ringan, agar supaya rumah sakit benar benar hanya  menangani pasien Covid-19 yang membutuhkan penanganan lebih.

Yoel Yosaphat mengatakan Sosialisasi 5 M sudah bagus dan sudah berjalan dengan baik tetapi melihat adanya lonjakan kasus ini berarti adanya kegagalan dalam penegakan dan pelaksanaannya, tentunya perlu ditinjau ulang oleh Pemerintahan Kota Bandung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di jabar.tribunnews.com dengan judul "Bom Waktu Covid-19 Imbas Mudik dan Piknik Ancam Kota Bandung, DPRD: Harus Siapkan Faskes Tambahan"

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...