Imigrasi Mengaku Akan Dalami Keterlibatan Karyawannya Dalam TPPO

Zaenal Arifin
Senin, 01 Agustus 2016 21:42 WIB
Oleh Zaenal Arifin pada Senin, 01 Agustus 2016 21:42 WIB
Image Imigrasi Mengaku Akan Dalami Keterlibatan Karyawannya Dalam TPPO

 Jakarta, Winnetnews.com - Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham menyatakan akan mendalami keterlibatan anggotanya, dalam kasus tindak pidana penjualan orang (TPPO) ke Malaysia.

"Jika terbukti melakukan pelanggaran, pegawai tersebut akan dikenakan sanksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," ujar Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Heru Santoso di Jakarta, Senin (1/8/2016).

Heru menegaskan, jika terbukti ada pegawainya yang terlibat dalam TPPO itu, maka akan dikenai hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Saat ini, Heru melanjutkan, Imigrasi masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Beberapa hal yang didalami seperti di mana TKP penerbitan paspor dan apakah benar perubahan nama terjadi saat proses pembuatan paspor atau setelah paspor diterbitkan.

Adapun dalam kasus perdagangan WNI ke Malaysia, ada 12 orang yang menjadi korban. Dari jumlah itu, sebanyak dua orang sudah di Indonesia, lima orang di ruang detensi Kuala Lumpur, empat orang di rumah perlindungan khas wanita dan sisanya tidak diketahui karena tempat kerjanya berpindang-pindah di Malaysia.

Bareskrim Mabes Polri dan Kementerian Luar Negeri menjalin koordinasi untuk membongkar kasus ini sekaligus menyelamatkan para korban.

Minyak Zaitun Cegah Keriput dan Garis Halus
Trump Kecam Uni Eropa Terkait Denda untuk Google

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.