Skip to main content

Imigrasi Sudah Kerjasama dengan Kejaksaan Agung untuk Pulangkan Samadikun

Imigrasi Sudah Kerjasama dengan Kejaksaan Agung untuk Pulangkan Samadikun
Imigrasi Sudah Kerjasama dengan Kejaksaan Agung untuk Pulangkan Samadikun

WinNetNews.com - Buronan kelas kakap kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono ditangkap di Shanghai, China beberapa hari lalu. Pihak Imigrasi telah menjalin komunikasi dengan pihak Kejaksaan Agung terkait rencana pemulangan Samadikun ke tanah air.

"Kita sudah komunikasi dengan pihak Kejaksaan Agung soal itu (pemulangan)," ujar Kabag Humas dan TU Ditjen Imigrasi, Heru Santoso Ananta Yudha, Selasa (19/4/2016).

Heru mengatakan, saat ini tim dari Kejaksaan Agung masih berada di China terkait penangkapan Samadikun. Dikatakan Heru, pihaknya akan selalu siap untuk berkoordinasi untuk pemulangan Samadikun.

"Itukan masih ada tim dari Kejaksaan. Tim pemburu dari Kejaksaan Agung sudah mengatakan yang bersangkutan sudah ditangkap di China. Kita pada prinsipnya selalu siap (kerjasama), selalu terbuka diminta berkoordinasi dengan siapapun dalam rangka penegakkan hukum," kata Heru.

Namun, Heru belum bisa memastikan kapan Samadikun akan dibawa pulang ke Indonesia. Dia juga mengatakan, tidak mudah untuk memulangkan orang yang tersangkut masalah hukum ke negara asalnya.

"Jadi sesuai apa yang disampaikan Pak Jaksa Agung, tidak semudah itu untuk memulangkan kasus hukum seperti ini ke negara kita. Masih dalam proses. Pastinya nanti kerjasama dengan kita untuk akses pemulangannya. Seperti yang sudah-sudah, selalu Imigrasi terlibat. Tapi sampai saat ini belum ada (kepastian)," jelas Heru.

Samadikun terjerat kasus ketika PT Bank Modern sebagai bank umum swasta nasional mengalami saldo debet karena terjadinya rush. Dalam kondisi itu, untuk menutup saldo debet PT Bank Modern telah menerima bantuan likuidasi dari Bank Indonesia dalam bentuk SBPUK, Fasdis dan Dana Talangan Valas sebesar Rp 2,5 triliun.

Samadikun menghilang saat hendak dieksekusi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1696 K/Pid/2002 tanggal 28 Mei 2003. Dia adalah terpidana 4 tahun penjara dalam kasus penyalahgunaan dana BLBI senilai Rp 169 miliar.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top