(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Impian Nenek ini untuk 'Kerja' di Google Terwujud di Usia 97 Tahun

Rani
Rani

Impian Nenek ini untuk 'Kerja' di Google Terwujud di Usia 97 Tahun

WinNetNews.com - Impian adalah sesuatu yang wajib untuk diperjuangkan untuk menjadi kenyataan. Segala-gala bisa berawal dari mimpi. Tak peduli berapa pun usia kita, selama kita masih mampu berusaha, berjuanglah untuk mewujudkan segala impian kita.

Contoh saja kisah inspiratif dari seorang nenek ini. Namanya Olive Horrel, usianya 97 tahun. Sang nenek bercita-cita untuk menjadi seorang engineer sejak muda. Namun cita-cita nya tak bisa ia raih ketika usia Olive Horrell masih muda. Ini karena ketika itu masih sangat kuat anggapan bahwa industri teknologi hanya akan memilih laki-laki sebagai pekerjanya.

Hari demi hari pun berlalu, meskipun demikian impian Horrell tak pernah padam sekalipun usianya semakin bertambah. Beliau masih memendam harapan untuk bisa menjadi seorang enginner atau setidaknya bekerja di dunia teknologi. Kisah ini dilansir dari situs liputan enam.

Google berhasil membuat impian Sang nenek menjadi kenyataan. Google memanggil nenek Horrell untuk berkunjung ke markas besar Google selama satu hari. Kunjungan ini adalah hadiah dari sebuah organisasi bernama Senior Wish of a Lifetime.

Kunjungan tersebut membuat Horrell bahagia. Pasalnya, menjadi seorang engineer adalah impiannya saat muda. Namun sang ayah memupuskan harapan tersebut.

"Dia (ayah) mengatakan bahwa mereka tidak akan merekrut seorang perempuan," ujarnya mengenang.

Waktu berlalu, Horrell masih menjadi penggemar teknologi hingga akhirnya ketika ia mendapatkan kesempatan merealisasikan impiannya, ia pun memilih Google. Para karyawan Google juga merasa senang mengajak Horrell berkeliling di dalam perusahaan.

Jumat lalu mungkin adalah hari terbaik yang saya miliki di Google," tutur seorang perwakilan Humas Google, Roya Soleimani, yang menemani Horrell seharian di Google.

Horrell bertemu dengan tim Google Doodle, mengelilingi kantor pusat Google, mengendarai mobil tanpa sopir, serta menyaksikan demo produk dari Translate, Cardboard, Photos dan Liftware Teams. Bahkan, dia bertemu dengan seniman Google Doodle, Mark Holmes, dan menjajal kuas digital yang digunakan oleh timnya.

"Bagi saya, ini menggambarkan berbagai hal indah yang hadir dari teknologi," ujar Horrell, seperti dikutip dari Business Insider, Selasa (27/10/2015).

Begitulah kisah sang nenek yang impiannya terwujud di usia rentanya. Meskipun hanya sebentar, setidaknya sang Nenek bisa menikmati mimpinya untuk jadi bagian dalam industri teknologi yang bernama Google.

Hikmah yang bisa kita petik adalah, jangan pernah kita putus asa dan mengubur impian kita. Karena bisa saja impian kita bisa terwujud di waktu yang tidak terduga.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});