Impor Baja Jembatan 1,8 Juta Ton Tiap Tahun di butuhkan RI

Impor Baja  Jembatan 1,8 Juta Ton Tiap Tahun di butuhkan RI

 Jakarta - Kebutuhan baja untuk pembangunan jembatan dalam setahun mencapai 1,8 juta ton. Sebanyak 60% masih mengandalkan pasokan dari impor Tutur Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"Untuk 2015 ini PUPR gunakan 1,8 juta ton baja jembatan. Termasuk untuk jembatan-jembatan panjang banyak dibangun. 60% itu masih impor," ungkapnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (15/9/2015)

Jumlah tersebut dipergunakan untuk membangun 60 unit jembatan dengan total anggaran sebesar Rp 300 miliar. Basuki mengatakan kebutuhan baja di tahun depan pasti akan meningkat, seiring dengan lebih banyaknya jumlah jembatan yang dibangun.

"Tahun depan pasti akan lebih besar lagi, makanya kita harus ganti pasok dari dalam negeri," imbuhnya.

Baja impor berasal dari banyak negara. Mayoritas dari Spanyol, Australia dan China. "Kalau jembatan sebagian dipasok dari Spanyol, Australia, China, macam-macamlah," tegas Basuki

Dirjen Bina Marga, Hediyanto W Husaini menambahkan alasan selama ini impor memang karena harga yang lebih murah dan pasokan yang tidak mencukupi.

"Karena memang banyak karena lebih murah. Kedua, suplai kita memang tidak cukup hanya dari dalam negeri. Kalau sekarang karena kita mulai dari pabrik baja kita pastikan kita beli bajanya dalam negeri," kata Hediyanto.