Skip to main content

Impor Kain Lajunya Cepat, Industri Pengolah Benang Khawatir

ilustrasi
ilustrasi

WinNetNews.com-Para pelaku industri pengolahan benang mulai dibuat khawatir terhadap cepatnya laju dari impor kain yang sudah berdampak pada penutupan sejumlah pabrik.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta menyebutkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-Juli 2015-2016 menunjukan adanya pertumbuhan impor kain yang berada diatas 50%, malahan untuk kain rajut impornya naik 87%.

Impor kain hanya bisa dilakukan oleh produsen sebagai bahan baku dan tak dapat dipindah tangankan seperti diatur pada Peraturan Menteri Perdagangan Permendag No.85/2015 tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil.

Yang menjadi masalah, dia memiliki dugaan bahwa banyak importir telah menjual bahan bakunya, sementara izin yang dikantongi merupakan izin produsen.

“Ada sekitar 50 importir, tapi 10 terbesar sudah mengimpor sekitar 40% dari total impor. Total impor bisa sampai 87.000 ton. Akhirnya sekarang pada tiarap terutama yang di daerah Jawa Barat,” kata dia, Rabu (2/11/2016).

Dia menuturkan bahwa ada setidaknya tiga perusahaan yang sudah memindahkan pabriknya ke Vietnam, lima pabrik tutup, dan dua pabrik tengah ditawarkan untuk dijual.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top