(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Impor, Satu-satunya Cara Turunkan Harga Daging

Rusmanto
Rusmanto

Impor, Satu-satunya Cara Turunkan Harga Daging
WinNetNews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan harga daging sapi bisa turun di bawah Rp 80.000/kg. Regulator dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan), langsung tancap gas sejak sebelum Ramadan lalu.

Kebijakan tersebut mulai dari menggelontorkan daging sapi beku, pemasukan daging kerbau India, jeroan impor, dan terakhir yakni rencana mengizinkan impor sapi siap potong. Sebelumnya, sapi yang boleh diimpor hanya sapi bakalan untuk kemudian digemukkan feedloter.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf, mengatakan semua kebijakan impor tersebut sudah tepat sebagai solusi jangka pendek, sekaligus membentuk struktur pasar baru yang saat ini masih didominasi pemain lama.

"Harus ada gebrakan baru buat mengubah struktur yang ada sekarang, sekarang daging masih dikuasai segelintir saja, pemain besarnya loh yah. Cuma yah harus serius dengan secara bertahap capai swasembada yang jangka panjang," ucapnya, Jumat (15/7/2016).

Diungkapkan Syarkawi, mustahil menurunkan harga daging sapi di bawah Rp 80.000 tanpa impor. Di sisi lain, hitung-hitungan target swasembada, paling banter bisa dicapai pada 9 tahun mendatang.

"Nggak ada cara lain supaya harga daging turun. Kebijakan swasembada kan kita tahu sendiri, butuh 9-10 tahun ke depan. Lalu bagaimana penuhi kebutuhan daging nasional, satu-satunya cara impor," ujar Syarkawi.

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});