Indeks Wall Street turun

Cincin Suryanto
Kamis, 09 Juli 2015 10:06 WIB
Oleh Cincin Suryanto pada Kamis, 09 Juli 2015 10:06 WIB
Image Indeks Wall Street turun

Saham-saham di Wall Street mengalami kerugian besar pada Rabu, karena investor masih memantau pertemuan Federal Reserve AS dan perkembangan terbaru dalam krisis utang Yunani.

Dow Jones Industrial Average merosot 261,49 poin atau 1,47 persen menjadi berakhir di 17.515,42. Indeks S&P 500 jatuh 34,66 poin atau 1,67 persen menjadi ditutup pada 2.046,68. Indeks komposit Nasdaq merosot 87,70 poin atau 1,75 persen menjadi 4.909,76.

Menurut risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), unit pengatur kebijakan Federal Reserve AS, informasi kajian untuk pertemuan 16-17 Juni menyatakan bahwa produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat meningkat moderat pada kuartal kedua setelah turun pada kuartal pertama.

Kondisi pasar tenaga kerja lebih lanjut agak membaik dalam beberapa bulan terakhir. Inflasi harga konsumen terus berjalan di bawah target jangka panjang FOMC dua persen sehingga menahan penurunan signifikan sebelumnya.

Ketidakpastian krisis utang Yunani terus membebani Wall Street. Yunani memiliki kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan utang dengan kreditor pada akhir pekan atau menghadapi kebangkrutan dan "Grexit" (keluar dari zona euro), para analis memperingatkan.

Aksi jual yang melanda ekuitas Asia juga mengurangi sentimen investor. Saham-saham Tiongkok tenggelam karena kepercayaan investor hancur pada Rabu, dengan indeks komposit Shanghai jatuh 5,9 persen.

Bursa saham Tokyo anjlok 3,14 persen pada Rabu, dengan indeks saham Nikkei yang jatuh lebih dari 600 poin menjadi ditutup pada tingkat terendah dalam hampir dua bulan terakhir.

Bursa Efek New York (NYSE) menghentikan perdagangan di semua sekuritas mulai pukul 11.32 EDT (Eastern Daylight Time/Waktu Musim Panas Timur), waktu setempat, Rabu, karena masalah teknis yang dirahasiakan, dan perdagangan dibuka kembali sekitar pukul 15.10 EDT, Rabu.

Pejabat NYSE dan pemerintah AS mengatakan ini adalah masalah teknik, bukan akibat serangan siber. FBI mengatakan tidak ada tindakan penegakan hukum yang diperlukan di NYSE.

(cn)

Yuk Coba Es Krim Berbahan Sayuran Ini !
Lagi Viral! Ini Cara Bikin Es Kepal Milo, Gampang Lho!

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.