Indonesia Berikan Tiga Syarat Agar Rizieq Shihab Bisa Pulang
Habib Rizieq Shihab (foto: Jawa Pos)

Indonesia Berikan Tiga Syarat Agar Rizieq Shihab Bisa Pulang

Rabu, 11 Des 2019 | 09:35 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Duta besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menegaskan bahwa tidak pernah ada negosiasi khusu antara Indonesia dan Arab Saudi terkait nasib Habib Rizieq Shihab. Meski belakangan ini digembor-gemborkan bahwa pentolan Front Pembela Islam (FPI) tersebut ingin kembali ke Tanah Air. Agus mengatakan bahwa sebagai diplomat, Agus bisa mengembalikan Rizieq dengan sepenuh hati.

Syarat yang diberikan Agus adalah Rizieq harus bersifat kooperatif dengan perwakilan RI di Arab Saudi. Dia harus bisa menyampaikan laporan terkait berbagai masalah yang terjadi ke kantor perwakilan RI terdekat.

“Saya harus tegaskan jika saudara Rizieq Shihab ini tidak pernah melaporkan soal keberadaannya maupun permasalahannya secara resmi ke perwakilan KBRI,” kata Agus kepada Detik.com.

image0
Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel (foto: Ummat Pos)

Syarat kedua adalah Rizieq harus mencabut pernyataan yang menyebut Jokowi sebagai presiden ilegal. Pada kenyataannya, Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) menjalin persahabatan yang baik dengan Presiden Jokowi.

“Pernyataan seperti itu kan sensitif di Arab Saudi. Kalau warga negara yang tidak mengakui kepala negaranya ini muskillah, udahlah cabut. Ini kan urusan kehormatan, soal NKRI,” jelas Agus.

Selain itu, Agus menyarankan agar Rizieq mencabut sumpahnya yang tidak akan meminta tolong kepada pemerintah karena menilai pemerintah sebagai rezim zalim. “Saya yakin itu kitab-kitab yang menjadi background dan backdrop ketika ia ceranag, ada satu bab tentang kitab sumpah dan nazar dan bagaimana menggagalkan sumpah itu ada. Dicari saja,” lanjut Agus.

Terlepas dari ketiga syarat itu, Agus menghimbau Rizieq untuk segera menyambangi perwakilan Indonesia terdekat dan menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Sebab, hanya dengan cara itulah kelengkapan data yang formal pihaknya dapat berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

“Bila tidak ya nanti ditertawakan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi,” pungkas Agus.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...