Indonesia dan Hong Kong Tanda Tangani Kesepakatan Tentang Perlindungan Buruh
ilustrasi

Indonesia dan Hong Kong Tanda Tangani Kesepakatan Tentang Perlindungan Buruh

Senin, 1 Mei 2017 | 11:48 | Rusmanto

WinNetNews.com - Pada hari buruh internasional (Mayday) ini, Indonesia dan Hong Kong menyepakati perjanjian terkait perlindungan buruh migran. Jumlah buruh migran Indonesia di Hong Kong memang mencapai ratusan ribu dan tentunya harus mendapat perhatian.

Perjanjian tersebut ditandatangani setelah pertemuan antara Presiden RI Jokowi dengan Chief Executive Hong Kong Leung Chun-ying di Gedung Pemerintahan, Senin (1/5/2017). Hong Kong merupakan Wilayah Administratif Khusus dari Republik Rakyat China.

Jokowi didampingi sejumlah menteri di antaranya Menlu Retno LP Marsudi, Mendikbud Muhadjir Effendy, Mendag Enggartiasto Lukita, dan Seskab Pramono Anung. Hadir pula Kepala BKPM Thomas Lembong, Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana, dan Konjen RI untuk Hong Kong Tri Tharyat.

Pertemuan berlangsung selama 30 menit secara tertutup. Setelah itu dua nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) ditandatangani.

"Yang dengan Chief Executive Hong Kong tadi, terutama untuk proteksi migrant workers kita. Meski pun di sini di Hong Kong, kita lihat perlindungannya sudah sangat bagus, tapi kita tetap minta adanya MoU," ujar Jokowi usai pertemuan.

Jokowi meminta agar perlindungan tenaga kerja Indonesia di Hong Kong lebih baik lagi. Sehingga TKI benar-benar terlindungi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...