Indonesia Darurat Kabut Asap

Indonesia Darurat Kabut Asap

Jakarta, wingamers - Sudah hampir dua bulan bencana kebakaran hutan di wilayah Sumatera belum dapat teratasi. Bencana kabut asap pun semakin meluas dan menjadi-jadi. Tidak hanya masyarakat pulau Sumatera dan Kalimantan yang merasakan dampak kabut asap. Hal serupa juga mulai melanda masyarakat di negara tetangga kita, Singapura dan Malaysia.

Di Indonesia bukan hanya kualitas kesehatan masyarakat yang terganggu akibat kabut asap, kegiatan penerbangan dan aktivitas penerbangan pun menjadi tersendat. Banyak penerbangan yang batal dan tertunda akibat jarak pandang yang tidak mendukung. Namun, bukan hanya kegiatan transportasi udara saja yang terganggu, transportasi darat juga ikut terganggu mengingat jarak pandang yang bisa mencapai di bawah 100 meter saja. Hal ini tentu sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan jika pengemudi tidak waspada dan berhati-hati.

Warga yang hidup berdampingan dengan kabut asap harus mengenakan masker, sebab tingkat pencemaran udara sudah sangat tinggi, di wilayah Pekanbaru Riau partikel debu sudah mencapai 940 PM. Jauh di atas ambang batas normal, yakni 300 PM. Titik panas terbanyak berada di wilayah Sumatera bagian Selatan, namun arah angin mengakibatkan kabut asap tersebar merata di wilayah Pulau Sumatera. Bencana kabut asap ini sepertinya sudah menjadi agenda tahunan bagi masyarakat di pulau Sumatera dan Kalimantan. Bahkan di tahun 2015 ini merupakan bencana kabut asap terparah yang terjadi di Indonesia selama empat dekade terakhir.

Kabut asap di Singapura telah mengancam pergelaran Grand Prix Formula 1, yang akan digelar di Singapura pada akhir pekan ini. Dalam satu pekan terakhir, awan di Singapura semakin tebal dan berdampak terhadap kondisi udara di Negeri Singa. Indeks polusi meningkat menjadi 222 di negara tersebut. Sementara itu di Malaysia 5 sekolah terpaksa diliburkan karena kabut asap dinilai berbahaya bagi kesehatan warga setempat jika melakukan aktivitas di luar ruangan.