Indonesia Darurat Kekerasan Seksual, Ini Bentuk dan Dampaknya

Hanifah Amnisnoro
Hanifah Amnisnoro

Indonesia Darurat Kekerasan Seksual, Ini Bentuk dan Dampaknya https://goo.gl/images/UJdFvi

   ilustrasi kekerasan seksual

   Dari tahun ketahun kasus – kasus kekerasan seksual semakin marak terjadi di Indonesia, kekerasan seksual merupakan  aktivitas seksual yang dilakukan pelaku tanpa persetujuan atau kerelaan dari orang lain yang menjadi korban tindakan tersebut. Tindakan-tindakan sejenis ini termasuk komentar seksual yang diarahkan terhadap seksualitas seseorang. Pada sebagian besar kasus yang terjadi, pelaku kekerasan seksual adalah orang yang dikenal oleh korban, dan umumnya pelaku adalah pria. Bisa dikatakan saat ini Indonesia darurat akan kekerasan seksual, para predator seksual makin menjadi menunjukan eksistensinya.
    Di Indonesia banyak sekali kasus - kasus pelecehan seksual terutama pada perempuan, akan tetapi memasuki tahun 2018 Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) melihat tren kejahatan lebih banyak menyasar anak laki-laki. Baru – baru ini terjadi kasus  balita 1,5 tahun tewas dibekap dan disodomi anak jalanan, tentu hal ini benar – benar kasus yang langka terjadi karena kebanyakan korban kekerasan seksual adalah perempuan. Hal tersebut sangat disesalkan karena faktor kelalaian orangtua dalam mengawasi anaknya pun kurang maksimal dan menyebabkan anakanya menjadi target kekerasan seksual.
    Hal ini setelah dalam kurun waktu dua bulan, KPAI melihat beragam laporan kejahatan yang dominasi korban anak laki-laki.Ada 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2017, yang terdiri dari 335.062 kasus bersumber pada data kasus/perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama, serta 13.384 kasus yang ditangani oleh 237 lembaga mitra pengadalayanan, tersebar di 34 Provinsi. Komnas
Perempuan mengirimkan 751 lembar formulir kepada lembaga mitra pengadalayanan di seluruh Indonesia dengan tingkat respon pengembalian mencapai 32%, yaitu 237 formulir.
    Hal lain yang mengejutkan pada CATAHU 2018, untuk kekerasan seksual di ranah privat/personal tahun ini, incest (pelaku orang terdekat yang masih memiliki
hubungan keluarga) merupakan kasus yang paling banyak dilaporkan yakni sebanyak 1.210 kasus, kedua adalah kasus perkosaan sebanyak 619 kasus, kemudian persetubuhan/eksploitasi seksual sebanyak 555 kasus. Dari total 1.210 kasus incest, sejumlah 266 kasus (22%) dilaporkan ke polisi, dan masuk dalam proses pengadilan sebanyak 160 kasus (13,2%). Tiga (3) jenis kekerasan yang
paling banyak pada kekerasan seksual di ranah komunitas adalah pencabulan (911 kasus), pelecehan seksual (708 kasus), dan perkosaan (669 kasus).
 
Bentuk Kekerasan Seksual Menurut Komnas Perempuan

1.   Perkosaan 

Pemerkosaan adalah penetrasi alat kelamin wanita oleh penis dengan paksaan, baik oleh satumaupun oleh beberapa orang pria atau dengan ancaman. Pekosaan yang   dilakukan dengan kekerasan dan sepenuhnya tidak dikehendaki secara sadar oleh korban jarang terjadi

2.   Intimidasi Seksual

Termasuk ancaman atau percobaan perkosaan. Di sini, ada tindakan yang menyerang seksualitas untuk menimbulkan rasa takut atau penderitaan psikis pada korban. Bisa disampaikan langsung atau melalui pesan singkat. Ancaman atau percobaan perkosaan termasuk kategori ini
 
3.   Pelecehan Seksual

Adalah tindakan seksual lewat sentuhan fisik atau nonfisik dengan sasaran organ seksual korban. Komnas Perempuan memasukkan siulan, main mata, ucapan bernuansa seksual, dan menunjukkan materi pornografi ke dalam kategori ini, jika kita melewati segerombolan laki – laki
 
4.   Eksploitasi Seksual
 
Yakni tindakan penyalahgunaan kekuasaan yang timpang, atau penyalahgunaan kepercayaan, untuk tujuan kepuasaan seksual, atau untuk memperoleh keuntungan. Bentuk yang kerap terjadi adalah menggunakan kemiskinan keluarga perempuan untuk memasukkannya ke dalam prostitusi atau bisnis pornografi.
 
5.   Perdagangan Perempuan Untuk Tujuan Seksual

Untuk tujuan seksual, meliputi tindakan merekrut, mengangkut, menampung, mengirim memindahkan, atau menerima seseorang dengan paksaan atau rayuan untuk tujuan prostitusi atau ekspolitasi seksual lainnya

6.   Prostitusi paksa

Adalah situasi dimana korban mengalami tipu daya, ancaman, atau kekerasan untuk menjadi pekerja seks, awalnya korban dijanjikan untuk menjadi tenaga kerja wanita ke luar negeri tapi pada akhirnya para korban dikurung dan dijadika budak seks
 
7.   Perbudakan seksual

Adalah situasi dimana pelaku merasa menjadi ‘pemilik’ atas tubuh korban sehingga berhak untuk melakukan apapun termasuk memperoleh kepuasan seksual melalui pemerkosaan atau cara lain
 
8.   Pemaksaan perkawinan

Pernikahan dini atau pernikahan yang dipaksakan kepada orang yang belum dewasa karena di dalamnya akan ada pemaksaan seksual. Cerai gantung termasuk juga dalam kategori ini
 
9.   Pemaksaan kehamilan

Situasi ketika perempuan dipaksa untuk melanjutkan kehamilan yang tidak dia inginkan. Misalnya dialami oleh perempuan korban perkosaan. Para korban dipaksa merawat bayi hasil hubungan paksa tersebut sampai bayi tersebut lahir, hal tersebut dilakukan secara paksa untuk menguntungkan salah satu pihak saja.
 
10.Pemaksaan aborsi

Yaitu pengguguran kandungan yang dilakukan karena adanya tekanan, ancaman, atau paksaan dari pihak lain. Contohnya seperti pasangan remaja yang mengalami married by accident, jika mereka masih duduk dibangku sekolah tidak mungkin perempuan tersebut mengandung sambal bersekolah
 
11.Pemaksaan kontrasepsi dan sterilisasi

Disebut pemaksaan ketika pemasangan alat kontrasepsi atau pelaksanaan sterilisasi tanpa persetujuan utuh dari pasangan, mungkin karena minim informasi atau karena belum cakap secara hukum untuk memberi persetujuan. Bisa menimpa perempuan yang terkena HIV/AIDS.
 
12.Penyiksaan seksual

Tindakan khusus menyerang organ atau seksualitas korban, yang dilakukan dengan sengaja sehingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan hebat. Melakukan hubungan intim bersamaan dengan melakukan kekerasan fisik kepada korbannya. Contoh kasus yang terjadi di Indonesia adalah sepasang
kekasih yang melakukan hubungan intim namun karena terjadi percecokan tersangka memasuka gagang pacul ke organ intim kekasihnya hingga tewas.
 
13.Penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seksual

Masuk kategori kekerasan sesual karena cara menghukum yang menyebabkan penderitaan, kesakitan, ketakutan, atau rasa malu yang luar biasa. Termasuk di dalamnya hukuman cambuk atau hukuman lain yang mempermalukan.
 
14.Praktek tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau mendiskriminasi perempuan

Kebiasan masyarakat, kadang ditopang alasan agama dan tradisi, yang bernuansa seksual, yang dapat menimbulkan cedera fisik, psikologis atau seksual pada korban dimasukkan Komnas Perempuan sebagai salah satu bentuk kekerasan seksual.
 
15.Kontrol seksual

Termasuk lewat aturan diskriminatif beralasan moralitas dan agama. Pandangan yang menuduh perempuan sebagai penyebab kekerasan seksual menjadi landasan untuk mengendalikan seksual perempuan

Dampak Yang Dialami Korban Kekerasan Seksual


1.    DEPRESI

Menyalahkan diri sendiri salah satu efek jangka pendek dan jangka panjang paling umum, berfungsi sebagai keterampilan naluriah untuk mengatasi masalah dengan penghindaran yang mengambat proses penyembuhan.
 
2.    SINDROM TRAUMA PERKOSAAN

(Rape Trauma Syndrome/RTS) merupakan bentuk turunan dari PTSD(gangguan stres pasca trauma), sebagai sesuatu kondisi yang mempengaruhi korban perempuan — muda dan dewasa — dari kekerasan seksual. Kekerasan seksual, termasuk perkosaan,
dipandang oleh wanita sebagai situasi yang mengancam nyawa, memiliki ketakutan umum akan mutilasi dan kematian sementara serangan terjadi
 
3.    DISOSIASI

Dalam istilah yang paling sederhana, disosiasi adalah pelepasan dari realitas. Disosiasi adalah salah satu dari banyak mekanisme pertahanan yang digunakan otak untuk mengatasi trauma kekerasan seksual. Banyak pakar percaya bahwa disosiasi ada pada sebuah spektrum. Di salah satu ujung spektrum, disosiasi dikaitkan dengan pengalaman melamun. Di ujung bersebrangan, disosiasi kompleks dan kronis dapat membuat penderitanya sulit berfungsi dalam dunia nyata.
 
4.   GANGGUAN MAKAN

Kekerasan seksual dapat mempengaruhi penyintasnya dalam berbagai cara, termasuk persepsi diri terhadap tubuh dan otonomi pengendalian diri dalam kebiasaan makan. Orang yang sedang trauma umumnya akan kehilangan selera makan karena mereka masih terus menerus terpikirkan akan kejadian tersebut

Apa Reaksi Kamu?