Indonesia Darurat Radikalisme, Ujar Ketum PBNU Said Aqil

Indonesia Darurat Radikalisme, Ujar Ketum PBNU Said Aqil

Senin, 18 Jan 2016 | 08:22 | Liani
WinNetNews.com - Ledakan dan aksi tembak menembak teroris di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Kamis (17/1) lalu menjadikan polisi bersiaga satu. Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj, Indonesia kini sudah darurat radikalisme dan terorisme

"Negara kita sudah darurat. Kenapa menjadi darurat? Karena reformasi yang kebablasan, banyak orang Indonesia menganut paham dari luar negeri misalnya dari negara Timur Tengah, padahal aliran Timur Tengah ulamanya tidak nasionalis. Kiyai NU dan semua ulamanya nasionalis," kata Said Aqil di Apel Kebhinekaan Lintas Iman, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/1/2016).

Said Aqil mengatakan rakyat saat ini harus memiliki jiwa nasionalis dan cintai tanah air misalnya diimplementasikan dengan bela negara. Menurut Said, adanya aksi teror bom seperti di kawasan Mh Thamrin yang lalu harus dihentikan.

"Banser-banser ini harus bela negara. Harus kita tingkatkan lagi kewaspadaan. Kelompok kelompok radikal harus kita lawan kita berantas. Walaupun belum jadi teroris, yang pandangannya radikal harus dibebaskan (jangan tercuci otaknya)," kata Said.

"Dari awal saya sudah bilang ISIS sangat berbahaya. Orang Indonesia sudah ada 800 orang yang bergabung ke ISIS harus dipantau. Saya juga bilang ke pemerintah harus pantau juga aliran dananya. Dua tahun yang lalu saya sudah pantau. ISIS harus kita pantau dan lawan. Tidak ada yang lebih zalim daripada yang menjadikan Islam sebagai kejahatan," imbuh Said.

Said menyebut bahwa ISIS memiliki agenda yang masif di Indonesia. Said pun mendukung revisi UU terorisme.

"Saya mendukung revisi UU Terorisme. Saya mendukung larangan edaran hate speech atau SMS yang bisa provokatif itu, kita dukung untuk menyelamatkan rakyat. Kita harus bermartabat," kata Said.

Dilansir dari laman detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...