Indonesia Darurat Sampah Plastik

Karin Naflah Syahfira

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Indonesia Darurat Sampah Plastik
Pemulung mengumpulkan sampah berharga di tempat pembuangan sampah Sidoarjo di Jawa Timur, pada 5 Juni 2018. (Juni Kriswanto/AFP Photo via The ASEAN Post)

Winnetnews.com - Plastik merupakan produk yang serbaguna karena praktis dan harganya pun relatif murah, kepraktisannya membuat kita tidak heran jika banyak orang bahkan sampai perusahaan yang bergerak di consumer goods memilih untuk menggunakan plastik

Namun karena kepraktisan dan maraknya penggunaan plastik, sekarang sampah plastik menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup di Indonesia. Sampah plastik sendiri merupakan sampah anorganik atau sampah yang sulit terurai, yang membutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun agar bisa terurai.

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia menghasilkan sampah plastik sampai 64 juta ton per tahunnya, 3,2 juta ton diantaranya dibuang ke laut. Menurut studi yang dirilis oleh McKinsey and Co dan Ocean Conservancy, Indonesia disebut sebagai negara penghasil sampah plastik nomor dua di dunia setelah Tiongkok.

Sampah plastik menjadi masalah yang serius di Indonesia karena jumlahnya yang sudah berlebihan dan berbahaya. Sifat plastik yang sulit terurai oleh tanah maupun oleh air mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan, air tanah bisa tercemar, bisa membunuh makhluk hidup yang ada di bawah tanah maupun makhluk hidup yang tinggal di laut.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengumumkan bahwa sekitar 72 persen masyarakat Indonesia kurang peduli dengan masalah sampah, terutama sampah plastik. Ini juga jadi salah satu membengkaknya jumlah sampah plastik yang ada di Indonesia.

image0
Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Lalu bagaimana cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah plastik?

1. Membawa kotak makan dan tempat minum sendiri

Bagi yang lebih sering membeli makan dan minum di luar, seperti restoran, cafe, lebih baik untuk membawa kotak makan dan tempat minum sendiri. Karena, ketika kita take away makanan atau minuman dari restoran pastinya makanan dan minuman yang kita beli kebanyakan dibungkus oleh plastik. Bayangkan berapa banyak plastik yang digunakan untuk membungkus makanan dan minuman tersebut hanya untuk sekali pakai, oleh karena itu membawa kotak makan dan tempat minum sendiri merupakan solusi sederhana untuk kita dalam membantu mengurangi plastik.

2. Membawa tas belanja atau tote bag

Membawa tote bag untuk membawa belanjaan kita di supermarket ataupun fashion store juga merupakan salah satu tindakan sederhana untuk mengurangi sampah plastik. 

Jumlah kantong plastik di Indonesia sudah sangat berlebih karena dalam transaksi jual beli, kantong plastik sangat berperan besar dalam membungkus suatu produk atau belanjaan yang kita beli. Akan tetapi bahaya dari kantong plastik sangat mengancam kesehatan lingkungan bahkan kesehatan diri kita sendiri.

3. Tidak menggunakan sedotan plastik 

Sudah banyak restoran cepat saji yang tidak lagi menyediakan sedotan. Karena, umumnya sedotan berbahan plastik tipe polypropylene yang tahan lama alias tidak mudah terurai. 

Meski sedotan plastik hanya sepanjang 10 sentimeter, tapi perlu ratusan tahun agar bisa terurai secara alami. Oleh karena itu, kesadaran dari dalam diri kita yang perlu ditingkatkan untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik apabila tidak terlalu diperlukan.

Bagaimana? mudah sekali kan cara sederhana di atas untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang berlebih di Indonesia, yuk mulai terapkan gaya hidup ramah lingkungan.

***

 

Karin Naflah Syahfira adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta

 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...