Indonesia diprediksi Alami Kemarau Basah

Indonesia diprediksi Alami Kemarau Basah

Jumat, 3 Jun 2016 | 13:16 | Fellyanda Suci Agiesta
WinNetNews.com - BMKG menggelar acara mengenai Prediksi La Nina dan Prakiraan Curah Hujan Juni-November 2016.  Dalam acara ini, Indonesia akan di prediksi mengalamu musim kemarau yang pendek. Kemarau yang akan terjadi nanti adalah kemarau basah, karena saat musim kemarau akan ditemui dengan hujan.

"Pada Mei 2016, baru sekitar 31,6 persen daerah yang sudah memasuki musim kemarau. Sementara setengah daerah di Indonesia mengalami kemarau belakangan atau mundur," ujar Kepala BMKG Andi Eka Sakya.

Andi menambahkan, saat ini tengah bertiup angin Muson timuran yang menunjukkan Indonesia sedang dalam musim peralihan. Fenomena El Nino yang sebelumnya sudah dialami Indonesia, terpantau sudah habis.

Berdasarkan statistik kejadian dalam 50 tahun terakhir, 75 persen El Nino kuat dapat diikuti oleh munculnya La Nina. Dengan demikian, diperkirakan El Nino 2015/16 sangat berpeluang diikuti oleh La Nina.

"Tingkat El Nino pada 2015/2016 lebih tinggi dibandingkan tahun 1997/98. Ternyata, jika di tahun 1997/1998 masih positif, di 2015/2016 La Nina seolah dipercepat 10 hari," ucap Andi.

Fenomena ini menyebabkan bertambahnya curah hujan untuk wilayah Indonesia bagian Barat. Indeks Dipole Mode diprediksi menguat pada bulan Juli hingga September.

Daerah-daerah yang bercurah hujan tinggi di musim kemarau meliputi: Sumatera Utara bagian Barat, Sumatera Barat bagian Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa bagian Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimatan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Sulawesi Tenggara dan Papua.

Kepada masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut, diharapkan mewaspadai timbulnya bencana banjir dan longsor. Namun untuk beberapa wilayah lain di timur Indonesia, diprediksi cuaca normal.

"Sementara wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara tidak terdampak fenomena tersebut. Sifat hujan di wilayah tersebut pada musim kemarau 2016 diprediksi normal," tutur Andi.

Sumber detik(dot)com  

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...