Indonesia Jadi Pasar E-Commerce Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Jadi Pasar E-Commerce Terbesar di Asia Tenggara

WinNetNews.com - Pada 2017 mendatang perkembangan pasar perdagangan online atau e-dagang di Indonesia, diproyeksi akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Angka potensi pasar e-dagang Indonesia akan mencapai 25 miliar sampai 30 miliar dollar Amerika Serikat.

Kabarnya nilai ini akan jauh melampaui Singapura, Thailand, hingga Malaysia. Meski demikian, dibutuhkan perbaikan di berbagai aspek pendukung e-dagang, untuk merealisasikan angka tersebut.

Ketua Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Daniel Tumiwa menyebut fenomena ini dengan istilah the power of pedagang Indonesia. Menurutnya, perlahan tapi pasti indonesia akan berubah. Dia menilai Indonesia memiliki potensi yang sangat besar karena populasi yang besar.

"Ke depannya, e-commerce will fuel Indonesian dream ," kata Daniel dalam diskusi Forum Ekonomi Nusantara (FEN) di Jakarta, yang diselenggarakan oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bersama dengan Harian Kompas, pada Kamis (19/11/15), dikutip dari harian Kompas.

Untuk mencapai mimpi menjadi pemain e-dagang terbesar di Asia Tenggara, jalan panjang masih harus ditempuh. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Heru Tjahjono, yang juga hadir dalam acara tersebut menyebut, jika dilihat dari Indeks Kompetitif Global, Indonesia masih harus menyelesaikan empat pilar penting dari total 12 pilar kompetitif Global. Empat pilar tersebut adalah infrastruktur, kesiapan teknologi, pendidikan tinggi dan pelatihan, serta inovasi.

Sementara itu, jika dilihat dari tantangan yang nyata di masyarakat, masih ada ketakutan penipuan, kesulitan cara bayar, biaya logistik tinggi, dan layanan purnajual yang buruk. Semuanya harus diselesaikan dulu dengan mempersiapkan ekosistem yang lebih matang," tutur Bambang.

 

Ekosistem yang baik bisa dicapai apabila mengoptimalkan pasar terkuat di Indonesia, yakni kelas menengah. Di samping itu Indonesia pun harus membangun budaya teknologi, membuka pendanaan bagi asing, dan menyiapkan jaringan internet yang terjangkau hingga ke pelosok daerah.

Mempersiapkan universitas yang lebih banyak mencetak lulusan yang potensial di bidang digital serta meyelesaikan regulasi yang ada pun tak kalah penting, guna mewujudkan masyarakat e-dagang.

Selain Daniel Tumiwa dan Bambang Heru Tjahjono yang hadir dalam diskusi FEN tersebut, hadir pula Anggoro Eko Cahyo (Direktur Consumer Bangking BNI), Jamalul Izza (Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), Sire Agustina (Derektur Jenderal Perdagangan dalam Negeri dan Kementerian Perdagangan), Tris Yulianta (Deputi Direktur Pengawasan Bank I Otoritas Jasa Keuangan), dan Achmad Zaky (CEO Bukalapak) sebagai narasumber.