Indonesia, Teknologi Sistem Navigasi Udara Setara Dengan Singapura

Indonesia, Teknologi Sistem Navigasi Udara Setara Dengan Singapura

Sabtu, 16 Jan 2016 | 10:55 | Muchdi

WinNetNews.com - Teknologi sistem navigasi udara yang digunakan di Indonesia kini sama dengan yang digunakan Singapura, dan negara-negara tetangga lain.

Salah satunya adalah teknologi sistem navigasi yang digunakan oleh Makassar Air Traffic Service Center (MATSC).

Pagi ini, Sabtu (16/1/2016) penggunaan teknologi yang dinamakan System Top Sky itu diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, di Kantor MATSC, yang berlokasi di kawasan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Jonan dalam sambutannya mengatakan, dunia penerbangan Indonesia tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat jumlah frekuensi penerbangan dan penumpang angkutan udara mengalami peningkatan.

"Peningkatan jumlah frekuensi penerbangan ini tentu harus diiringi dengan peningkatan layanan navigasi penerbangan. Ini penting untuk memastikan tingkat keamanan dan keselamatan penerbangan tetap terjaga," ujar Jonan.

 

Jonan mengatakan, System Top Sky ini sudah mendukung format baru rencana penerbangan (flight plan) sesuai ketentuan The International Civil Aviation Organization (ICAO) sebagai organisasi sipil penerbangan dunia.

Sistem lama yang digunakan, Eurocat, belum bisa mendukung format baru Flight Plan sesuai ketentuan ICAO, sehingga harus menggunakan converter.

Dalam peresmian tersebut, hadir pula Direktur Utama Airnav Indonesia atau Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan indonesia (LPPNPI), Bambang Tjahjono.  Bambang menjelaskan, penggunaan System Top Sky di MATSC sudah dimulai sejak 21 Desember 2015 lalu.

Penggunaan sistem baru ini, kata dia, merupakan bagian dari dari upaya Airnav Indonesia untuk dapat meningkatkan layanan kepada pengguna jasa navigasi penerbangan.

 

"Dengan penggunaan Top Sky di MATSC, maka saat ini kita sudah menggunakan sistem yang sama dengan yang digunakan oleh negara-negara tetangga kita, seperti Singapura, Australia, India, Thailand, Brunei Darussalam dan Filipina," ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, selain telah mendukung format flight planbaru yang sesuai dengan standard ICAO, sistem baru ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur baru yang lebih optimal.

Fitur tersebut antara lain penambahan perhitungan separasi untuk procedural maupun surveillance secara longitudinal dan lateral. Untuk analisis data, kemampuan Top Sky sama dengan Eurocat, namun semua fitur dalam Top Sky berbasis web sehingga dapat diakses dari manapun.

Untuk komunikasi dengan pilot, sistem lama menggunakan koneksi serial X-25 yang sudah tidak diproduksi lagi. Pada sistem baru ini, komunikasi dengan pilot akan menggunakan koneksi lP.

 

Selain melakukan upgrade terhadap sistem, Bambang menyatakan, Airnav juga melakukan penggantian sejumlah alat, di antaranya 47 work-stations, 30 server, jaringan dan interface.

Airnav juga meng-upgrade simulator dengan System Top Sky serta melatih sebanyak 68 orang ATC dan teknisi di Melbourne maupun di Makassar.

sumber dari kompas, Jakarta

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...