Indonesia Terancam Rugi Rp408 Triliun Akibat Perubahan Iklim
Ilustrasi

Indonesia Terancam Rugi Rp408 Triliun Akibat Perubahan Iklim

Selasa, 12 Okt 2021 | 12:20 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, Ir. Medrilzam mengungkapkan temuan WMO atau Badan Meterorologi Duni terkait potensi kerugian suatu negara akibat dampak perubahan iklim. Termasuk di antaranya Indonesia. 

Medrilzam menjelaskan kerugian potensi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim di Indonesian diperkirakan mencapai Rp408 triliun. Kerugian itu sebagian besar terlihat di kawasan pesisir dan laut pada periode 2020-2024. 

Selain itu sejumlah potensi kerugian lain akibat perubahan iklim juga mengantui Indonesia pada 2020-2024 seperti kecelakaan kapal dan genangan pantai, penurunan ketersediaan air, penurunan produksi beras, dan peningkatan kasus demam berdarah.

"Dalam RPJMN 2020-2024, dengan berbagai intervensi kebijakan 4 sektor prioritas (perairan, perikanan laut, kesehatan dan pertanian) diperkirakan kita (Indonesia) mampu menghindari potensi kerugian ekonomi hampir sekitar Rp 282 triliun hingga tahun 2024," kata Medrilzam dalam acara Ketahanan Iklim: Mengurangi Kerugian Ekonomi Akibat Dampak Iklim, Senin (11/10).

Medrilzam memaparkan, di Asia kejadian bencana meningkat terutama bencana hidrometeorologi. Ia menyebut kejadian bencana menaingkat di Asia, termasuk Indonesia.

"Nilai kerugian ekonomi akibat bencana hidrometeorologi dalam kurun waktu 2010-2019 di Asia mencapai USD 465 miliar," demikian paparan Medrilzam 

'Kami dari Bappenas sudah mencoba menghitung hingga tahun 2024 seberapa besar potensi kerugian ekonomi di Indonesia yang diakibatkan oleh dampak perubahan ikim," jelasnya.

Berdasarkan kajian Bappenas, secara akumulasi, jika tidak dilakukan intervensi kebijakan, Indonesia berpotensi mengalami kerugian hingga Rp 554 triliun selama 2020-2024 akibat dampak perubahan iklim.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...